Super User

Super User

Tidak salah memang jika penyakit jantung bisa muncul akibat makan makanan yang mengandung kolesterol tinggi. Namun sebenarnya, tak semua jenis kolesterol itu buruk, lho. Ada dua jenis kolesterol dalam darah, yaitu kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL).

Biasanya, penyakit jantung dipicu oleh tingginya kolesterol jahat dalam darah. Hal ini karena adanya penumpukan kolesterol jahat di dalam pembuluh darah, sehingga membuat aliran darah tak lancar.

Bila dibiarkan lama-kelamaan akan mengganggu fungsi jantung dan akhirnya gejala penyakit jantung pun muncul. Anda bisa kok mencegah penyakit jantung akibat kolesterol jahat ini, dengan melakukan kebiasaan berikut ini.

  1. Terapkan pola makan sehat dari sekarang

Makanan adalah penentu utama yang memengaruhi kadar kolesterol baik dan kolesterol jahat Anda. Biasanya, kolesterol jahat alias LDL banyak ditemukan di berbagai makanan olahan dan makanan yang digoreng.

Kandungan lemak trans tinggi juga bisa membuat kadar kolesterol jahat meningkat pesat. Maka itu, hindari mkanan yang mengandung lemak trans tinggi seperti:

  • Cemilan manis, donat, kue tart, dan kue kering
  • Jenis daging merah, olahan, dan berlemak
  • Makanan yang digoreng
  • Susu, mentega, keju, dan krim

Selain meningkatkan kolesterol jahat, makanan di atas juga dapat membuat berat badan naik dan Anda berpeluang untuk obesitas. Nah, obesitas meningkatkan risiko terkena penyakit jantung. Oleh karena itu, untuk mencegah penyakit jantung akibat kolesterol jahat tinggi, Anda bisa memperbanyak makanan yang mengandung lemak baik, seperti: Kacang kedelai, Ikan sarden, salmon, atau ikan kembung, Minyak zaitun, Terong, Kacang-kacangan, seperti almond.

Cara memasak juga bisa pengaruhi kadar kolesterol dalam makanan lho. Mengolah dan memasak makanan dengan cara yang sehat juga bisa jadi solusi untuk mencegah penyakit jantung akibat kolesterol tinggi.

Berikut tips mengolah makanan supaya kadar kolesterol jahat tidak begitu banyak di dalam makanan:

  • Kurangi menggoreng bahan makanan. Cobalah untuk memanggang atau membakar.
  • Gunakan minyak canola atau sunflower atau safflower sebagai pengganti mentega
  • Hindari mengoleskan cairan berlemak ke makanan Anda
  1. Membatasi asupan alkohol

Alkohol bisa meningkatkan tekanan darah Anda dan menambah berat badan Anda. Keduanya bisa menjadi pemicu penyakit jantung, sehingga lebih baik membatasi asupan alkohol.

Para pria dianjurkan untuk tidak minum lebih dari dua gelas per hari, sedangkan wanita hanya diperbolehkan satu gelas saja.

  1. Berolahraga

Jangan tunda olahraga, apalagi jika Anda sudah didiagnosis memiliki kadar kolesterol tinggi. Sebagai permulaan, Anda bisa memulai olahraga selama 30 menit.

Hal ini bisa membantu Anda menurunkan tekanan darah, mengurangi kadar kolesterol, dan menjaga berat badan. Cobalah olahraga pagi dengan jogging atau menghabiskan waktu Anda di treadmill jika malas keluar rumah.

  1. Minum obat untuk mengatasi kolesterol tinggi

Mengubah gaya hidup sehat dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh Anda. Namun, terkadang gaya hidup sehat saja tidak cukup ampuh sehingga dibutuhkan obat-obatan untuk membantu menurunkannya.

Nah, karena yang sedang dialami adalah kolesterol lemak yang tinggi, tentu saja pengobatan yang sesuai dengan Anda adalah obat untuk menurunkan tingkat kolesterol. Biasanya, terdapat syarat dan ketentuan untuk mendapatkan pengobatan tersebut.

Seberapa tinggi kolesterol dan berapa usia Anda. Orang yang terkena kolesterol tinggi umumnya sering mengonsumsi statin dan niacin untuk mengatasi hal ini. Selalu konsultasikan kepada dokter sebelum Anda mengonsumsi obat kolesterol. Anda juga harus tetap melanjutkan gaya hidup sehat meskipun dibantu dengan obat-obatan.

Sekarang, tahu kan kenapa mengatasi kolesterol tinggi hampir sama dengan cara kita mencegah penyakit jantung akibat kolesterol? Mulailah gaya hidup sehat agar terhindar dari penyakit yang berbahaya.

 

Source : https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/serangan-jantung/mencegah-penyakit-jantung-akibat-kolesterol/

Friday, 05 July 2019 10:13

Pengertian Asma

Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas. Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri dada, batuk-batuk, dan mengi. Asma bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda atau tua.

Meskipun penyebab pasti asma belum diketahui secara jelas, namun ada beberapa hal yang kerap memicunya, seperti asap rokok, debu, bulu binatang, aktivitas fisik, udara dingin, infeksi virus, atau bahkan terpapar zat kimia.

Bagi seseorang yang memiliki penyakit asma, saluran pernapasannya lebih sensitif dibandingkan orang lain yang tidak hidup dengan kondisi ini. Ketika paru-paru teriritasi pemicu di atas, maka otot-otot saluran pernapasan penderita asma akan menjadi kaku dan membuat saluran tersebut menyempit. Selain itu, akan terjadi peningkatan produksi dahak yang menjadikan bernapas makin sulit dilakukan.

Penderita asma di Indonesia

Laporan riset kesehatan dasar oleh Kementrian Kesehatan RI tahun 2013 memperkirakan jumlah pasien asma di Indonesia mencapai 4.5 persen dari total jumlah penduduk. Provinsi Sulawesi Tengah menduduki peringkat penderita asma terbanyak sebanyak 7.8 persen dari total penduduk di daerah tersebut.

Menurut data yang dikeluarkan WHO pada bulan Mei tahun 2014, angka kematian akibat penyakit asma di Indonesia mencapai 24.773 orang atau sekitar 1,77 persen dari total jumlah kematian penduduk. Setelah dilakukan penyesuaian umur dari berbagai penduduk, data ini sekaligus menempatkan Indonesia di urutan ke-19 di dunia perihal kematian akibat asma.

Diagnosis asma

Untuk mengetahui apakah seorang pasien menderita penyakit asma, maka dokter perlu melakukan sejumlah tes. Namun sebelum tes dilakukan, dokter biasanya akan mengajukan pertanyaan pada pasien mengenai gejala apa saja yang dirasakan, waktu kemunculan gejala tersebut, dan riwayat kesehatan pasien serta keluarganya.

Jika seluruh keterangan yang diberikan pada pasien mengarah pada penyakit asma, maka selanjutnya dokter bisa melakukan tes untuk memperkuat diagnosis, misalnya:

  • Spirometri
  • Tes Arus Puncak Ekspirasi (APE)
  • Uji Provokasi Bronkus
  • Pengukuran Status Alergi
  • CT Scan
  • Rontgen

Jika seseorang terdiagnosis mengidap asma saat kanak-kanak, gejalanya mungkin bisa menghilang ketika dia remaja dan muncul kembali saat usianya lebih dewasa. Namun gejala asma yang tergolong menengah atau berat di masa kanak-kanak, akan cenderung tetap ada walau bisa juga muncul kembali. Kendati begitu, asma bisa muncul di usia berapa pun dan tidak selalu berawal dari masa kanak-kanak.

Pengobatan asma

Ada dua tujuan dalam pengobatan penyakit asma, yaitu meredakan gejala dan mencegah gejala kambuh. Untuk mendukung tujuan tersebut, diperlukan rencana pengobatan dari dokter yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Rencana pengobatan meliputi cara mengenali dan menangani gejala yang memburuk, serta obat-obatan apa yang harus digunakan.

Penting bagi pasien untuk mengenali hal-hal yang dapat memicu asma mereka agar dapat menghindarinya. Jika gejala asma muncul, obat yang umum direkomendasikan adalah inhaler pereda.

Bilamana terjadi serangan asma dengan gejala yang terus memburuk (secara perlahan-lahan atau cepat) meskipun sudah ditangani dengan inhaler atau obat-obatan lainnya, maka penderita harus segera mendapatkan penanganan di rumah sakit. Meski jarang terjadi, serangan asma bisa saja membahayakan nyawa. Bagi penderita asma kronis, peradangan pada saluran napas yang sudah berlangsung lama dan berulang-ulang bisa menyebabkan penyempitan permanen.

Komplikasi asma

Berikut ini adalah dampak akibat penyakit asma yang bisa saja terjadi:

  • Masalah psikologis (cemas, stres, atau depresi).
  • Menurunnya performa di sekolah atau di pekerjaan.
  • Tubuh sering terasa lelah.
  • Gangguan pertumbuhan dan pubertas pada anak-anak.
  • Status asmatikus (kondisi asma parah yang tidak respon dengan terapi normal).
  • Pneumonia.
  • Gagal pernapasan.
  • Kerusakan pada sebagian atau seluruh paru-paru.
  • Kematian.

Mengendalikan penyakit asma

Jika Anda kebetulan mengidap asma atau hidup dengan asma sejak lama, jangan cemas dengan kondisi ini karena asma merupakan penyakit yang masih dapat dikendalikan asalkan Anda:

  • Mengenali dan menghindari pemicu asma.
  • Mengikuti rencana penanganan asma yang dibuat bersama dokter.
  • Mengenali serangan asma dan melakukan langkah pengobatan yang tepat.
  • Menggunakan obat-obatan asma yang disarankan oleh dokter secara teratur.
  • Memonitor kondisi saluran napas Anda.

Jika penggunaan inhaler pereda asma reaksi cepat makin meningkat, segera konsultasikan kepada dokter agar rencana penanganan asma Anda disesuaikan kembali. Selain itu, disarankan untuk melakukan vaksinasi influenza dan pneumonia secara teratur untuk mencegah memburuknya penyakit asma yang disebabkan kedua penyakit tersebut.

 

 

Source by : https://www.alodokter.com/asma

Siapa yang tidak kenal Demam Berdarah Dengue, atau yang biasa kita kenal dengan DBD? Penyakit menular ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan sering kali oleh nyamuk Aedes Aegypti, dan telah menjadi wabah di Indonesia sejak tahun 1968. Penyakit ini masih menghantui sampai saat ini, tiap kali musim penghujan tiba.

Di mana biasanya nyamuk Aedes Aegypti bersarang?

Musim penghujan biasanya disertai dengan munculnya genangan-genangan air. Padahal menurut Kementerian Kesehatan RI, tempat perkembangbiakkan nyamuk Aedes berada pada tempat penampungan air, yang terdiri dari :

  • Tempat penampungan air untuk keperluan sehari-hari baik dalam maupun luar rumah, seperti ember, drum, tempayan dan bak mandi/WC.
  • Tempat penampungan air bukan untuk keperluan sehari-hari, seperti tempat minum burung, vas bunga, perangkap semut, barang bekas, dan talang air.
  • Tempat penampungan air alamiah, seperti lubang pohon, lubang batu, pelepah daun, tempurung kelapa, potongan bambu, dan pelepah pisang.

Air yang menggenang dalam suatu tempat lalu menjadi tempat perkembangbiakkan nyamuk, menyebabkan telur nyamuk menetas, dan setelah 10 sampai 12 hari akan berubah menjadi nyamuk. Bila manusia digigit oleh nyamuk dengan virus dengue, maka setelah 4 sampai 7 hari, gejala-gejala DBD akan mulai timbul.

Hal yang menarik adalah, beberapa tahun belakangan ini telah disepakati bahwa gejala klinis DBD bervariasi, sehingga perjalanan penyakit ini tak lagi dapat diprediksi. Hal ini dikarenakan berbedanya hasil temuan kasus di lapangan dengan teori yang ada. Padahal terdapat beberapa penyakit yang memiliki kesamaan dengan gejala awal DBD.

Salah satu gejala DBD yang masih sering dijumpai adalah munculnya bintik-bintik merah pada kulit. Namun ternyata, gejala tersebut masih sering disalahartikan dengan gejala penyakit lain seperti campak.

Bagaimana membedakan bintik merah tanda demam berdarah?

Menurut seorang Dokter Spesialis Anak, Dokter Widodo Judarwanto, ruam merah pada awal-awal gejala DBD biasanya timbul pada daerah muka, leher dan dada. Ruam merah tersebut kemudian biasanya akan berkurang memasuki hari ke-4 dan ke-5 hingga akhirnya menghilang setelah hari ke-6. Meskipun kulit direnggangkan, bintik merah tersebut juga ternyata akan tetap terlihat.

Hal tersebut berbeda dengan penyakit campak. Ruam pada penyakit campak biasanya timbul pada hari ke-3, lalu akan bertambah banyak pada hari ke-6 dan ke-7. Hingga akhirnya berubah warna jadi kehitaman dan bertahan selama seminggu.

Gejala DBD juga sering kali diawali dengan panas tinggi yang terjadi secara mendadak. Biasanya, hal inilah yang membedakan bintik merah gejala DBD dengan bintik merah karena hal lain.

Ruam merah pada kulit tersebut, yang membedakan DBD dengan penyakit lain, kemudian diikuti dengan gejala lain seperti kejadian syok (fase kritis) yang dipercepat oleh kondisi kekurangan cairan. Hal ini dapat terjadi karena trombosit turun yang mengakibatkan kelainan pada pembuluh darah (pendarahan). Kondisi tersebut sering kali dikaitkan dengan penyebab kematian penderita DBD. Kematian dapat dihindari, bila penderita mendapatkan penanganan yang cepat dan benar. Hal tersebut dapat dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium segera setelah mengalami panas tinggi hingga 3 hari berturut-turut.

 

Apa yang harus dilakukan untuk mencegah demam berdarah?

Guna mencegah DBD, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan. Karenanya, baru-baru ini Kementerian Kesehatan RI mengenalkan suatu program yang dinamakan dengan PSN 3M Plus, atau Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan cara 3M Plus.

Program PSN dilakukan dengan:

  • Membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es (menguras)
  • Menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air
  • Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.

Sedangkan yang dimaksud dengan 3M Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan, seperti:

  • Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan
  • Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk
  • Menggunakan kelambu saat tidur
  • Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk
  • Menanam tanaman pengusir nyamuk
  • Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah
  • Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

 

Source : https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/demam-berdarah-dengue-dbd/mengenali-bintik-merah-demam-berdarah/

 

Friday, 05 July 2019 10:06

Apa itu demam berdarah dengue (DBD)?

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk. Demam berdarah DBD dulu disebut penyakit “break-bone” karena kadang menyebabkan nyeri sendi dan otot di mana tulang terasa retak. Demam berdarah ringan menyebabkan demam tinggi, ruam, dan nyeri otot dan sendi. Demam berdarah yang parah, atau juga dikenal sebagai dengue hemorrhagic fever, dapat menyebabkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah yang tiba-tiba (shock), dan kematian.

Jutaan kasus infeksi DBD terjadi setiap tahunnya di seluruh dunia. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Demam berdarah dengue paling banyak ditemui selama musim hujan dan setelah musim hujan di area tropis dan subtropis di Afrika, Asia Tenggara dan China, India, Timur Tengah, Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan, Australia, Pasifik Selatan dan Pasifik Tengah.

 

Apa saja tanda-tanda dan gejala demam berdarah dengue (DBD)?

Terdapat tiga jenis demam dengue: demam berdarah klasik, dengue hemorrhagic fever, dan dengue shock syndrome. Masing-masing memiliki gejala yang berbeda.

  1. Gejala demam berdarah klasik

Gejala dari demam berdarah klasik biasanya diawali dengan demam selama 4 hingga 7 hari setelah digigit oleh nyamuk yang terinfeksi, serta:

  • Demam tinggi, hingga 40 derajat C
  • Sakit kepala parah
  • Nyeri pada retro-orbital (bagian belakang mata)
  • Nyeri otot dan sendi parah
  • Mual dan muntah
  • Ruam

Ruam mungkin muncul di seluruh tubuh 3 sampai 4 hari setelah demam, kemudian berkurang setelah 1 hingga 2 hari. Anda mungkin mengalami ruam kedua beberapa hari kemudian.

  1. Gejala dengue hemorrhagic fever

Gejala dari dengue hemorrhagic fever meliputi semua gejala dari demam berdarah klasik, ditambah:

  • Kerusakan pada pembuluh darah dan getah bening
  • Perdarahan dari hidung, gusi, atau di bawah kulit, menyebabkan memar berwarna keunguan

Jenis penyakit dengue ini dapat menyebabkan kematian.

  1. Gejala dengue shock syndrome

Gejala dari dengue shock syndrome, jenis penyakit dengue yang paling parah, meliputi semua gejala demam berdarah klasik dan dengue hemorrhagic fever, ditambah:

  • Kebocoran di luar pembuluh darah
  • Perdarahan parah
  • Shock (tekanan darah sangat rendah)

Jenis penyakit ini biasanya terjadi pada anak-anak (dan beberapa orang dewasa) yang mengalami infeksi dengue kedua kalinya. Jenis penyakit ini sering kali fatal, terutama pada anak-anak dan dewasa muda.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

 

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

 

Apa penyebab demam berdarah dengue?

Demam berdarah DBD disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh gigitan nyamuk. Terdapat 4 virus dengue, yaitu virus DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4. Nyamuk yang berasal dari famili tertentu yaitu Aedes aegypti atau Aedes albopictus dapat membawa virus untuk menginfeksi darah manusia dengan gigitan dan mentransfer darah yang terinfeksi ke orang lain. Begitu Anda pulih dari demam berdarah, imunitas Anda akan terbentuk namun hanya sampai strain tertentu.

Terdapat 4 strain virus tertentu, yang berarti Anda dapat terinfeksi lagi. Penting untuk mengidentifikasi tanda-tanda dan mendapatkan penanganan.

 

Siapa yang berisiko terkena demam berdarah dengue (DBD)?

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko Anda terkena demam berdarah DBD, yaitu:

  • Tinggal atau berpergian ke area tropis. Berada di daerah tropis dan subtropis meningkatkan risiko terkenanya virus yang menyebabkan demam berdarah. Daerah yang berisiko tinggi adalah Asia Tenggara, bagian barat Kepulauan Pasifik, Amerika Latin, dan Karibia.
  • Infeksi sebelumnya dengan virus demam dengue meningkatkan risiko gejala yang serius jika Anda terinfeksi kembali.

 

Bagaimana mendiagnosis demam berdarah dengue?

Mendiagnosis demam berdarah mungkin sulit dilakukan, karena tanda-tanda dan gejalanya sulit dibedakan dengan penyakit lain seperti malaria, leptospirosis, dan tifus.

Beberapa tes laboratorium dapat mendeteksi bukti virus dengue, namun hasil tes biasanya keluar agak lama untuk segera memberi keputusan pengobatan.

 

Bagaimana cara mengobati demam berdarah dengue?

Tidak ada penanganan spesifik untuk demam berdarah DBD, kebanyakan pasien pulih dalam 2 minggu. Penting untuk menangani gejala-gejala untuk menghindari komplikasi. Dokter biasanya merekomendasikan pilihan pengobatan berikut:

  • Istirahat yang banyak di tempat tidur
  • Minum banyak cairan
  • Minum obat untuk menurunkan demam. Paracetamol (Tylenol®, Panadol®) dapat meringankan rasa sakit dan menurunkan demam.
  • Hindari penghilang rasa sakit yang dapat meningkatkan komplikasi perdarahan, seperti aspirin, ibuprofen (Advil®, Motrin®) dan naproxen sodium (Aleve®).

Untuk kasus yang lebih serius, demam berdarah dapat menyebabkan shock atau hemorrhagic fever yang memerlukan perhatian medis lebih.

 

Apa saja perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi demam berdarah dengue?

Anda dapat mengatasi demam berdarah dengue dengan perawatan di rumah. Anda memerlukan hidrasi serta penanganan rasa sakit yang baik. Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda:

  • Tinggallah di tempat yang ber-AC. Penting untuk menjaga rumah dari nyamuk terutama pada malam hari.
  • Atur ulang kegiatan di luar ruangan. Hindari berada di luar ruangan pada dini hari, senja, atau malam hari, di mana banyak nyamuk di luar.
  • Gunakan pakaian pelindung. Apabila Anda berada di daerah yang banyak nyamuk, gunakan baju berlengan panjang, celana panjang, kaus kaki, dan sepatu.
  • Gunakan penangkal nyamuk. Permethrin dapat dipakaikan ke pakaian, sepatu, alat kemah Anda. Anda juga dapat membeli pakaian yang mengandung permethin. Untuk kulit Anda, gunakan penangkal yang mengandung paling sedikit 10% konsentrasi DEET.
  • Kurangi tempat tinggal nyamuk. Nyamuk yang membawa virus dengue biasanya tinggal di dalam dan sekitar perumahan, berkembang biak di genangan air, seperti ban mobil. Kurangi habitat perkembangbiakan nyamuk untuk mengurangi populasi nyamuk.

 

Source : https://hellosehat.com/penyakit/demam-berdarah-dengue-dbd/

 

Thursday, 13 June 2019 16:49

E Catalogue

Tuesday, 12 March 2019 08:39

Penyebab Hipertensi Pada Anak Muda

Hipertensi lebih dikenal sebagai penyakit yang sering menyerang orang berusia lanjut. Risiko hipertensi memang semakin meningkat seiring kita bertambah tua. Namun kenyataannya, kasus hipertensi pada anak muda dan anak kecil ditemukan semakin banyak di penjuru dunia.

Di Amerika Serikat, kurang lebih 20% orang dewasa muda usia 18-30 tahun yang berisiko penyakit jantung koroner lebih dulu memiliki hipertensi. Sementara itu di Indonesia, data Riset Kesehatan Dasar 2013 menunjukkan bahwa dari 25,8 persen total kasus hipertensi nasional ternyata 5,3% di antaranya dipegang oleh anak remaja berusia 15-17 tahun.

Sebenarnya, apa penyebab hipertensi pada anak muda?

Sekitar 90-95% kasus hipertensi di dunia termasuk jenis hipertensi primer. Hipertensi primer adalah kondisi tekanan darah tinggi yang tidak jelas penyebabnya; tidak disebabkan atau dipengaruhi oleh kondisi medis apa pun. Sisanya termasuk ke dalam kategori hipertensi sekunder. Ini adalah jenis hipertensi yang disebabkan oleh suatu kondisi medis tertentu yang menyerang fungsi ginjal, pembuluh darah, jantung, atau sistem endokrin. Penyebab hipertensi sekunder pada anak-anak muda adalah penyakit ginjal turunan/bawaan, kelainan fungsi/bentuk aorta, sleep apnea, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), atau masalah tiroid (hipotiroidisme atau hipertiroidisme). Perempuan muda juga lebih berisiko kena hipertensi apabila rutin minum pil KB. Namun, dugaan hipertensi sekunder pada anak muda harus dikesampingkan lebih dulu jika memang dicurigai. Hipertensi sekunder bisa dibatalkan ketika kondisi penyebabnya diberantas.

Gaya hidup zaman modern meningkatkan risiko hipertensi di usia muda

Sebagian besar kasus hipertensi pada anak muda tergolong ke dalam hipertensi primer. Meski tidak diketahui jelas apa penyebab spesifiknya, hipertensi primer kemungkinan besar dipengaruhi oleh faktor keturunan (genetik) atau gaya hidup yang tidak sehat, atau kombinasi keduanya. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut:

  1. Faktor genetik

Riwayat hipertensi turunan dalam keluarga dapat meningkatkan risiko hipertensi pada anak muda generasi berikutnya. Pada anak-anak muda yang memiliki hipertensi tapi tidak ada masalah medis yang jadi pemicunya dan gaya hidupnya juga tidak berisiko, genetik adalah satu-satunya penyebab yang paling mungkin.

  1. Obesitas

Sekarang ini, ada lebih banyak anak muda dan remaja yang punya berat badan berlebih dibandingkan remaja generasi masa lalu. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa kasus obesitas meningkat 2 kali lipat semenjak tahun 1980-an. Setidaknya 1 dari 10 orang dewasa muda di dunia termasuk obesitas. Peningkatan masalah obesitas secara global menjadi salah satu faktor risiko utama yang bisa menjelaskan kenapa kasus hipertensi pada anak muda semakin menjamur. Sebuah survei internasional terbitan Journal of American College Surgery melaporkan orang-orang dengan berat berlebih berisiko 1.7 kali lipat lebih tinggi untuk memiliki hipertensi daripada orang dengan berat badan sehat atau normal.

  1. Kurang olahraga

Aktivitas fisik seperti olahraga membuat tubuh memproduksi hormon yang melemaskan dinding pembuluh darah, sehingga membantu menurunkan tensi seseorang. Sementara itu, semakin kurang gerak berarti semakin banyak lemak yang tertimbun di tubuh sehingga berat badan bertambah. Jika kamu kurang olahraga ditambah memiliki berat badan yang cenderung obesitas, ini akan semakin meningkatkan risiko terjadinya hipertensi di usia muda.

  1. Pola makan yang buruk

Kebiasaan anak muda makan makanan cepat saji yang tinggi garam dan lemak turut menyumbang kepada peningkatan kasus hipertensi secara global. Asupan garam sodium berlebihan dan berkelanjutan akan mempersempit pembuluh darah dan membuat tubuh menyimpan kelebihan berat air. Dua faktor ini akan meningkatkan tekanan darah.

  1. Tidak terbiasa cek tensi

Hipertensi sering dipandang sebelah mata oleh anak-anak muda karena beranggapan penyakit ini hanya akan menyerang orang-orang tua. Itu kenapa anak muda jarang atau bahkan sama sekali tidak pernah mengecek tensi mereka. Padahal idealnya, kita harus mulai rutin cek tensi mulai dari usia 20 tahun. Anak-anak muda harus mulai menyadari sedini mungkin bahwa kasus hipertensi pada usia remaja semakin banyak tiap tahunnya. Mereka juga harus menyadari apa saja risiko komplikasi hipertensi pada kesehatan tubuh di masa depan. Dengan begitu, mereka bisa mengambil langkah proaktif untuk mencegahnya.

Source : https://lifestyle.kompas.com/read/2018/11/01/050500420/5-penyebab-kenapa-makin-banyak-anak-muda-kena-hipertensi

Kolesterol tinggi adalah salah satu penyakit yang mulai banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Jika tidak segera dikendalikan, kolesterol yang terlampau tinggi bisa membuat Anda terkena stroke hingga serangan jantung. Tenang, Anda bisa mengatasi masalah kolesterol tinggi ini dengan makan makanan penurun kolesterol. Berikut ini beberapa makanan penurun kolesterol, di antaranya:

1. Minyak zaitun

Minyak zaitun adalah salah satu makanan penurun kolesterol yang bisa Anda konsumsi. Pasalnya, minyak zaitun kaya akan asam lemak tak jenuh tunggal dan vitamin E. Kedua nutrisi ini dapat menurunkan LDL kolesterol atau lemak jahat, dan menaikkan HDL kolesterol alias lemak baik. Salah satu caranya yakni mengganti minyak goreng biasa dengan minyak zaitun.

2. Oatmeal dan makanan berserat tinggi

Outmeal baik untuk kesehatan karena mengandung serat larut yang dapat menurunkan kadar LDL pada tubuh. Serat pada oatmeal dapat mengurangi penyerapan kolesterol ke dalam aliran darah. Mengonsumsi 10 gram serat dari oatmeal dapat mengurangi total kolesterol, termasuk kolesterol jahat alias LDL.

3. Kacang kedelai

Sumber makanan yang berasal dari kacang kedelai seperti tahu, tempe, oncom, susu kedelai, atau kembang tahu mengandung zat isoflavon. Isoflavon ini berfungsi sebagai zat yang dapat menekan kolesterol jahat (LDL) agar tidak berkembang lebih banyak di aliran darah. 

Meski begitu, ada hal yang harus Anda hindari. Ketika mengolah bahan makanan dari kacang kedelai, hindari memasak atau menambahkan minyak goreng biasa. Supaya lebih sehat, tukar minyak goreng biasa dengan minyak zaitun.

Food and Drugs Administration (FDA) di Amerika Serikat yang setara dengan Badan POM di Indonesia menyarankan untuk mengonsumsi sedikitnya 25 gram protein kedelai per hari sebagai makanan penurun kolesterol.

4. Kacang-kacangan

Kacang memang sangat cocok dikonsumsi sebagai salah satu makanan untuk diet. Selain itu, kacang bisa jadi makanan penurun kolesterol yang lezat. Mengonsumsi kacang seperti buncis, kacang merah, kacang panjang, atau kacang almond secara teratur selama 6 minggu dapat menurunkan kolesterol hingga 10 persen.

 

5. Ikan salmon

Ikan Salmon diperkaya dengan kandungan omega-3 bermanfaat untuk menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida serta meningkatkan produksi kolesterol baik (HDL). Selain mengandung omega-3, ikan salmon juga mengandung EPA dan DHA yang sangat baik bagi kesehatan dan fungsi kerja organ jantung.

Sebuah asosiasi kesehatan di Amerika menyimpulkan bahwa mengonsumsi ikan salmon, ikan tuna, sarden, atau makarel, minimal 2 porsi dalam satu minggu dapat memberi manfaat yang sangat optimal dalam menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh. Ini artinya, ikan sudah tidak diragukan lagi menjadi salah satu makanan penurun kolesterol andalan bagi Anda.

6. Kuaci tawar

Siapa sangka kalau biji bunga matahari yang sering disebut kuaci ini ternyata merupakan salah satu makanan penurun kolesterol?

Kuaci mengandung zat tembaga yang baik bagi tubuh. Tubuh kita butuh zat tembaga, karena pola makan yang rendah asupan tembaga akan lebih rentan mengalami kenaikan kadar kolesterol jahat LDL, dan terbatasnya kolesterol baik yang terserap ke tubuh.

Maka, jika Anda hobi makan camilan kuaci biji labu maupun biji bunga matahari, terutama yang tawar tanpa tambahan garam, ini perlahan-lahan dapat menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh jika disertai pola makan yang sehat.

 

Source : https://hellosehat.com/hidup-sehat/nutrisi/makanan-penurun-kolesterol-tinggi/v

Tuesday, 08 January 2019 09:50

Masalah Gizi Remaja Indonesia

Masalah gizi di Indonesia memang belum sepenuhnya terselesaikan. Seperti yang kita ketahui Menteri Kesehatan RI selalu berupaya dalam meminimalisir masalah gizi yang terjadi di Indonesia yakni salah satunya dengan mengadakan kegiatan edukasi seperti seminar kesehatan dan gizi. Seminar kali ini mengangkat tema ''Edukasi dan Kampanye Kesehatan dan Gizi Remaja Menuju Generasi Tinggi, Cerdas dan Berprestasi''.
 

Berikut ini beberapa masalah kesehatan yang dialami dan dapat mengancam masa depan remaja Indonesia yang disampaikan oleh Plt. Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, dr. Pattiselano Robert Johan, MARS :

  1. Remaja Kurang Zat Besi (Anemia)

Salah satu masalah yang dihadapi remaja Indonesia adalah masalah gizi mikronutrien, yakni sekitar 12% remaja laki-laki dan 23% remaja perempuan mengalami anemia, yang sebagian besar diakibatkan kekurangan zat besi (anemia defisiensi besi).

Anemia di kalangan remaja perempuan lebih tinggi dibanding remaja laki-laki. Anemia pada remaja berdampak buruk terhadap penurunan imunitas, konsentrasi, prestasi belajar, kebugaran remaja dan produktifitas.

Selain itu, secara khusus anemia yang dialami remaja putri akan berdampak lebih serius, mengingat mereka adalah para calon ibu yang akan hamil dan melahirkan seorang bayi, sehingga memperbesar risiko kematian ibu melahirkan, bayi lahir prematur dan berat bayi lahir rendah (BBLR).

Anemia dapat dihindari dengan konsumsi makanan tinggi zat besi, asam folat, vitamin A, vitamin C dan zink, dan pemberian tablet tambah darah (TTD). Pemerintah memiliki program rutin terkait pendistribusian TTD bagi wanita usia subur (WUS), termasuk remaja dan ibu hamil.

  1. Remaja Harus Sadar Akan Tinggi Badan

Remaja Indonesia banyak yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki tinggi badan yang pendek atau disebut stunting. Rata-rata tinggi anak Indonesia lebih pendek dibandingkan dengan standar WHO, yaitu lebih pendek 12,5cm pada laki-laki dan lebih pendek 9,8cm pada perempuan.

Stunting ini dapat menimbulkan dampak jangka pendek, diantaranya penurunan fungsi kognitif, penurunan fungsi kekebalan tubuh, dan gangguan sistem metabolism tubuh yang pada akhirnya dapat menimbulkan risiko penyakit degeneratif, seperti diabetes mellitus, jantung koroner, hipertensi, dan obesitas.

Oleh karena itu, pencegahan dan penanganan stunting menjadi salah satu prioritas nasional guna mewujudkan cita-cita bersama yaitu menciptakan manusia Indonesia yang tinggi, sehat, cerdas, dan berkualitas.

  1. Remaja Kurus atau Kurang Energi Kronis (KEK)

Remaja yang kurus atau kurang energi kronis bisa disebabkan karena kurang asupan zat gizi, baik karena alasan ekonomi maupun alasan psikososial seperti misalnya penampilan.

Kondisi remaja KEK meningkatkan risiko berbagai penyakit infeksi dan gangguan hormonal yang berdampak buruk di kesehatan.

KEK sebenarnya dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

  1. Kegemukan atau Obesitas

Pola makan remaja yang tergambar dari data Global School Health Survey tahun 2015, antara lain: Tidak selalu sarapan (65,2%), sebagian besar remaja kurang mengonsumsi serat sayur buah (93,6%) dan sering mengkonsumsi makanan berpenyedap (75,7%). Selain itu, remaja juga cenderung menerapkan pola sedentary life, sehingga kurang melakukan aktifitas fisik (42,5%). Hal-hal ini meningkatkan risiko seseorang menjadi gemuk, overweight, bahkan obesitas.

Obesitas meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, penyakit kardiovaskuler, diabetes mellitus, kanker, osteoporosis dan lain-lain yang berimplikasi pada penurunan produktifitas dan usia harapan hidup.

Pada prinsipnya, sebenarnya obesitas remaja dapat dicegah dengan mengatur pola dan porsi makan dan minum, perbanyak konsumsi buah dan sayur, banyak melakukan aktivitas fisik, hindari stres dan cukup tidur.

Dalam paparannya, Menkes menegaskan bahwa seluruh masyarakat perlu memahami pentingnya gizi untuk kesehatan dalam setiap siklus kehidupan, karena gizi adalah investasi bangsa.

 

Source : http://www.depkes.go.id/article/view/18051600005/kenali-masalah-gizi-yang-ancam-remaja-indonesia.html

Friday, 22 June 2018 11:15

Penyebab Hipertensi

Siapa yang tak mengenal penyakit hipertensi? Hipertensi atau dikenal juga sebagai tekanan darah tinggi merupakan kondisi yang menunjukkan meningkatnya tekanan darah pada dinding arteri. Kita dapat mengetahui terjadinya hipertensi ini dengan mengenal gejala-gejalanya, serta dengan melakukan pengukuran tekanan darah.

Saat ini banyak orang yang menderita hipertensi. Sebuah penelitian kesehatan dasar yang dikenal dengan Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) mencatat lebih dari 25 persen penduduk Indonesia yang telah berusia di atas 18 tahun menderita hipertensi. Data penelitian juga menunjukkan bahwa hipertensi lebih banyak diderita oleh kaum hawa atau perempuan dibanding laki-laki. Tentu saja data ini baru sedikit gambaran dari kondisi riil di masyarakat, mengingat keterbatasan tenaga medis dalam menjangkau seluruh masyarakat Indonesia. Sehingga, kita perlu mengetahui secara gamblang mengenai salah satu penyakit mematikan ini.

 

Penyebab Hipertensi

Dari berbagai kasus yang muncul, saat ini belum dapat diketahui secara pasti penyebab hipertensi. Beberapa faktor berikut diduga dapat meningkatkan resiko kita mengalami hipertensi, yaitu:

  1. faktor usia

Usia seseorang turut mempengaruhi resiko menderita hipertensi. Biasanya resiko menderita penyakit ini cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Nah, jika usia anda saat ini semakin bertambah, sebaiknya lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan.

  1. faktor keturunan

Selain faktor usia, faktor keturunan atau faktor bawaan juga menjadi penyebab hipertensi. Faktor bawaan penyebab hipertensi berarti bahwa orang yang memiliki anggota keluarga pengidap hipertensi memiliki resiko yang tinggi mengalami hipertensi.

  1.  kebiasaan merokok

Kebiasaan merokok juga turut meningkatkan resiko hipertensi. Selain itu, kebiasaan merokok juga dapat menyempitkan dinding arteri.

  1. Obesitas

Penyebab hipertensi yang juga perlu kita perhatikan adalah obesitas atau kelebihan berat badan. Hal ini dikarenakan kadar oksigen maupun nutrisi yang dialirkan melalui darah sebanding dengan berat badan kita. Berat badan yang terlalu berlebih akan menuntut suplai oksigen dan nutrisi yang lebih banyak, sehingga volume darah dibutuhkan pun juga lebih banyak. Peningkatan volume darah ini menyebabkan meningkatnya tekanan darah.

  1.  Kurang olahraga

Kurangnya aktivitas berolahraga juga dapat meningkatkan risiko hipertensi. Orang yang enggan berolahraga biasanya akan memiliki detak jantung yang lebih cepat. Kerja jantung yang lebih berat ini turut meningkatkan tekanan darah.

Demikian 5 penyebab hipertensi yang perlu kita waspadai. Faktor bawaan penyebab hipertensi tampaknya menjadi penyebab yang lebih sulit kita antisipasi. Sehingga, perlu adanya kesadaran bersama di dalam keluarga dalam menanggulangi penyakit mematikan ini.

 

Source : http://www.sangpengajar.com/2017/02/waspadalah-inilah-5-penyebab-hipertensi.html

Diabetes adalah salah satu penyakit tidak menular yang sedang meningkat saat ini. Pola makan yang tidak sehat dan kurang gerak bisa menjadi salah satu penyebabnya.

Penyakit ini biasanya sulit dideteksi karena gejalanya biasa terjadi di kehidupan sehari-hari. Misal tiba-tiba seseorang mengalami penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan alasannya, kemudian ia didiagnosis diabetes.

Berikut beberapa tanda yang bisa jadi termasuk gejala dari diabetes mellitus.

  1. Lebih cepat haus

Rasa haus yang berlebihan atau disebut polidipsia merupakan tanda umum penyakit diabetes, baik tipe 1 maupun tipe 2. Saat tubuh kehilangan cairan karena buang air yang meningkat, secara otomatis tubuh akan mengalami dehidrasi.

"Jumlah air di tubuh Anda akan turun, dan Anda akan menjadi haus," kata dr David A. Finken, MD dari University of Nebraska Medical Center di Omaha, Amerika Serikat.

  1. Berat badan turun dengan cepat

Tanpa gula di dalam tubuh, sel yang kelaparan mulai mencari sumber energi alternatif. Tubuh akan memecah lemak dan otot untuk digunakan sebagai energi, hal ini lah yang menyebabkan penurunan berat badan yang cukup cepat.

"Insulin disebut hormon anabolik yang biasanya mempromosikan penyimpanan lemak dan pertumbuhan otot. Tanpa insulin, ada peningkatan lemak dan otot. Jumlah berat badan yang hilang bervariasi dari orang ke orang, bisa dari 10-30 kilogram," jelas seorang dokter di Joslin Diabetes Center di Boston, dr Kavita Seetharaman, MD.

  1. Mudah lelah

Sering merasa lelah seringkali dikaitkan dengan kurang tidur atau stres sehari-hari, namun ini bisa jadi adalah salah satu gejala diabetes.

Kelelahan itu mungkin berasal dari dehidrasi dan penurunan berat badan, atau karena kekurangan energi dari sel tubuh yang mengakibatkan tidak berfungsi secara normal.

  1. Urine berbau manis

Sejak dahulu, istilah 'urine manis' adalah salah satu tanda bahwa kadar gula darah tinggi. Ini dikarenakan adanya produksi keton yang berfungsi sebagai sumber energi alternatif bila sel tidak memiliki cukup gula untuk dibakar.

Jika keton terbentuk di dalam darah, darah bisa menjadi terlalu asam. Ini disebut ketoasidosis diabetes, dan bisa mengancam nyawa apabila tidak ditangani dengan cepat.

  1. Sakit perut

Sakit perut bisa dikaitkan dengan berbagai hal, tapi jarang orang mengaitkannya dengan gejala penyakit diabetes. Sakit perut adalah salah satu dari banyak tanda ketoasidosis diabetes, di mana keton dalam darah mencapai tingkat yang paling tinggi.

Biasanya ketoasidosis diabetes terjadi setelah didiagnosis penyakit diabetes.

  1. Pandangan mulai kabur

Tingkat glukosa yang tinggi dalam aliran darah dapat menyebabkan cairan di mata mulai bocor ke lensa. Hal ini bisa membuat lensa membengkak dan berubah bentuk, yang bisa menyebabkan penglihatan kabur.

Untungnya, ini bisa membaik setelah kadar gula darah terkendali. "Perlu waktu hingga enam minggu untuk pergi (pandangan yang kabur), penglihatan Anda menjadi normal," kata spesialis endokrinologi dari University of Miami Miller School of Medicine, dr Carlos Blaschke, MD.

 

Source : https://health.detik.com/berita-detikhealth/3716121/mengalami-tanda-tanda-ini-hati-hati-bisa-jadi-gejala-diabetes/2/#news

Page 1 of 3

Layanan Pelanggan

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi kami :

Tel : +62 21 4250665

Fax : +62 21 4250703

Email : medisindo@medisindo.co.id