Super User

Super User

Wednesday, 30 October 2019 09:16

Pentingnya cek gula darah

Melakukan cek darah secara rutin untuk penderita diabetes memiliki banyak kegunaan dimana salah satunya adalah untuk mengevaluasi terapi pengobatan yang sedang digunakan

Pemeriksaan gula darah rutin pada penderita diabetes untuk membantu mengontrol kadar gula dan mencegah komplikasi seperti gagal ginjal,serangan jantung dan stroke.Namun mengontrol kadar gula darah dalam tubuh tidak hanya diperuntukkan para penderita diabetes saja,setiap orang perlu mengontrol kadar gula darah dalam tubuh sehingga terhindar dari penyakit diabetes.Pemeriksaan gula darah dapat dilakukan dengan menggunakan alat pemeriksaan gula darah digital.

Jenis-jenis Diabetes

  1. Diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 dikenal juga dengan diabetes autoimun.pemicu timbulnya autoimun ini masih belum diketahui dengan pasti.dugaan paling kuat adalah disebabkan oleh faktor genetik dari penderita yang dipengaruhi juga oleh faktor lingkungan.

  1. Diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 merupakan diabetes yang sering terjadi.diabetes jenis ini disebabkan oleh sel-sel tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadap insulin,sehingga insulin yang dihasilkan tidak dapat digunakan dengan baik (resistensi sel tubuh terhadap insulin).Sekitar 90-95% penderita diabetes di dunia menderita diabetes tipe ini.

  1. Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional terjadi khusus pada ibu hamil,yang disebabkan oleh perubahan hormon,dan gula darah akan kembali normal setelah ibu hamil menjalani persalinan.

 

Gejala diabetes

Diabetes tipe 1 dapat berkembang dengan cepat dalam beberapa minggu,bahkan beberapa hari saja.sedangkan pada diabetes tipe 2 banyak penderritanya yang tidak menyadari bahwa  mereka telah menderita diabetes selama bertahun-tahun,karena gejalanya cenderung tidak spesifik.Beberapa gejala diabetes tipe 1 dan 2 meliputi :

  • Sering merasa haus
  • Sering buang air kecil,terutama dimalam hari
  • Sering merasa sangat lapar
  • Turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Berkurangnya massa otot
  • Terdapat keton dalam urine.Keton adalah sisa dari pemecahan otot dan lemak akibat tubuh tidak menggunakan gula sebagai sumber energi
  • Lemas
  • Pandangan kabur
  • Luka yang sulit sembuh
  • Sering mengalami infeksi,misalnya pada kulit ,gusi,vagina atau saluran kemih

Beberapa gejala juga bisa menjadi tanda bahwa seseorang mengalami diabetes,antara lain :

  • Mulut kering
  • Rasa terbakar,kaku,dan nyeri pada kaki
  • Gatal-gatal
  • Disfungsi ereksi atau impotensi
  • Mudah tersinggung
  • Mengalami hipoglikemia reaktif,yaitu hipoglikemia yang terjadi beberapa jam setelah makan akibat produksi insulin yang berlebihan
  • Munculnya bercak-bercak hitam di area leher ,ketiak,dan selangkangan,(akantosis nigricans) sebagai tanda terjadinya resisten insulin

 

Faktor resiko diabetes

Seseorang akan lebih mudah mengalami diabetes tipe 1 jika memiliki faktor-faktor seperti :

  • Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes tipe 1
  • Menderita infeksi virus
  • Orang berkulit putih diduga lebih mudah mengalami diabetes tipe 1 dibandingkan ras lain
  • Berpergian kedaerah yang jauh dari khatulistiwa ( ekuator )
  • Diabetes tipe 1 banyak terjadi pada usia 4 – 7 tahun dan 10 – 14 tahun ,walaupun diabetes tipe 1 dapat muncul pada usia berapapun

Sedangkan pada kasus diabetes tipe 2,seseorang akan lebih mudah mengalami kondisi ini jika memiliki factor-faktor resiko,seperti:

  • Kelebihan berat badan
  • Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes tipe 2
  • Kurang aktif .aktivitas fisik membantu mengontrol berat badan,membakar glukosa sebagai energi,dan membuat sel tubuh lebih sensitif terhadap insulin.kurang aktif beraktivitas fisik menyebabkan seseorang lebih mudah terkena diabetes tipe 2
  • Usia.risiko terjadinya diabetes tipe 2akan meningkat seiring bertambahnya usia
  • Menderita tekanan darah tinggi ( hipertensi )
  • Memiliki kadar kolesterol dan trigliserida abnormal.seseorang yang memiliki kadar kolesterol baik atau HDL (high-density lipoprotein) yang rendah dan kadar trigliserida yang tinggi lebih berisiko mengalami diabetes tipe 2

Diagnosis Diabetes

Dikarenakan diabetes seringkali tidak terdiagnosis pada awal kemunculannya,maka orang-orang yang berisiko terekena penyakit ini dianjurkan menjalani pemeriksaan rutin.Diantaranya adalah:

  • Orang yang berusia di atas 45 tahun
  • Wanita yang pernah mengalami diabetes gestasional saat hamil
  • Orang yang memilki indeks massa tubuh (BMI) di atas 25
  • Orang yang sudah didiagnosis menderita prediabetes

Tes gula darah merupakan pemeriksaan yang mutlakakan dilakukan untuk mendiagnosis diabetes tipe 1 atau tipe 2.Hasil pengukuran gula darah akan menunjukkan apakah seseorang menderita diabetes atau tidak.Dokter akan merekomendasikan pasien untuk melakukan tes gula darah pada waktu dan metode tertentu.Metode tes gula darah yang dapat dijalani oleh pasien,antara lain:

  1. Tes gula darah sewaktu→ Tes ini bertujuan untuk mengukur kadar glukosa darah pada jam tertentu secara acak.Tes ini tidak memerlukan pasien untuk berpuasa terlebih dahulu.Jika hasil tes gula darah sewaktu menunjukkan kadar gula 200 mg/dl atau lebih,pasien dapat didiagnosis menderita diabetes.
  2. Tes gula darah puasa→ Tes ini bertujuan untuk mengukur kadar glukosa pada saat pasien berpuasa.Pasien akan diminta berpuasa terlebih dahulu selama 8 jam ,kemudian menjalani pengambilan sampel darah untuk diukur kadar gula darahnya. Kadar gula darah puasa :

Normal : ≤100 mg/dl

Prediabetes : 100 – 125 mg/dl

Diabetes : ≥125 mg/dl

  1. Tes toleransi glukosa → Tes ini meminta pasien untuk berpuasa selama semalam terlebih dahulu .Pasien kemudian akan menjalani tes gula darah puasa,setelah tes dilakukan pasien akan diberikan larutan gula khusus.Kemudian sampel gula darah akan diambil kembali setelah 2 jam minum larutan gula. Kadar gula darah toleransi glukosa :

Normal : ≤ 140 mg/dl

Diabetes : ≥ 200 mg/dl

  1. Tes HbA1C (glycated haemoglobin test ) → Tes ini bertujuan untuk mengukur kadar glukosa rata-rata pasien selama 2-3 bulan ke belakang.tes ini akan mengukur kadar gula darah yang terikat pada haemoglobin ,yaitu protein yang berfungsi membawa oksigen dalam darah.Dalam tes ini pasien tidak perlu menjalani puasa terlebih dahulu. Kadar tes HbA1C :

Normal : ≤ 5,7 %

Prediabetes : 5,7 – 6,4%

Diabetes : ≥ 6,5%

 

Komplikasi diabetes

Sejumlah komplikasi yang dapat muncul akibat diabetes tipe 1 dan 2 adalah :

  • Penyakit jantung
  • Stroke
  • Gagal ginjal kronis
  • Neuropati diabetic
  • Gangguan penglihatan
  • Depresi
  • Demensia
  • Gangguan pencernaan
  • Luka dan infeksi pada kaki yang sulit sembuh
  • Kerusakan kulit akibat infeksi bakteri dan jamur

 

Diabetes akibat kehamilan dapat menimbulkan komplikasi pada ibu hamil dan bayi.contoh komplikasi pada ibu hamil adalah preeklamsia.sedangkan contoh komplikasi yang dapat muncul pada bayi adalah :

  • Kelebihan berat badan saat lahir
  • Kelahiran premature
  • Gula darah rendah (hipoglikemia)
  • Keguguran
  • Penyakit kuning
  • Meningkatnya resiko menderita diabetes tipe 2 pada saat bayi sudah menjadi dewasa

 

Pencegahan diabetes

Diabetes tipe 1 tidak dapat dicegah karena pemicunya belum diketahui.sedangkan diabetes tipe 2dan diabetes gestasional dapat dicegah ,yaitu dengan pola hidup sehat.beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah diabetes ,diantaranya adalah :

  • Mengatur frekuensi dan menu makan menjadi lebih sehat
  • Menjaga berat badan ideal
  • Rutin berolahraga
  • Rutin menjalani pengecekan gula darah,setidaknya sekali dalam setahun

Peranan alat cek gula darah dalam penanganan diabetes

Tersedianya alat cek gula darah saat ini sangan membantu untuk mengetahui gula darah dengan cepat sehingga dapat dilakukan tindak lanjut dengan cepat bila terdapat kadar gula darah yang tinggi,memungkinkan penderita diabetes mengontrol kadar gula darah setiap hari,dan membantu dokter/petugas kesehatan untuk mengetahui kadar gula darah penderita diabetes sehari-hari.Diharapkan penderita diabetes dapat menjaga kadar gula darahnya normal sehingga terhindar dari komplikasi diabetes seperti stroke,penyakit jantung,gagal ginjal,kebutaan dan kerusakan saraf.Sehingga kualitas hidup penderita diabetes dapat lebih baik.ada banyak merk alat cek gula darah yang dijual dipasaran,salah satunya produk GlucoDr Auto A yang sudah standart ISO 15197:2013 dengan garansi seumur hidup.

Tuesday, 17 September 2019 17:24

Penyebab Penyakit Jantung

Gagal jantung sendiri merupakan kondisi saat pompa jantung melemah. Sehingga tidak mampu mengalirkan darah yang cukup ke seluruh tubuh. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah gagal jantung kongesif. Salah satu penyebabnya adalah Penyakit Jantung Koroner. Menilik faktor tersebut ada data dari Kemenkes dalam laman resminya, Depkes.go.id memaparkan survei Sample Regristration System (SRS) pada 2014 di Indonesia. Dalam data itu menunjukkan, Penyakit Jantung Koroner menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah stroke, yakni sebesar 12,9 persen. Di mana salah satunya dari kelompok umur 75 tahun ke atas sebesar 3,2 persen.

Di samping itu ada beberapa faktor penyebab gagal jantung di antaranya:

  1. Hipertensi

Tekanan darah itu adalah kekuatan aliran darah dari jantung yang mendorong dinding pembuluh darah atau arteri. Saat tekanan darah tinggi, otot jantung memompa lebih keras agar dapat memenuhi kebutuhan darah ke semua bagian tubuh.

Alhasil, gagal jantung bisa terjadi. Gejalanya adalah sesak napas, kelelahan, bengkak di pergelangan tangan, kaki, perut, dan pembuluh darah di leher.

  1. Gaya hidup

Sebuah penelitian di Amerika yang meneliti orang dewasa tanpa tanda-tanda jelas dari penyakit kardiovaskular menemukan bahwa, semakin banyak merokok, semakin besar kerusakan struktur jantung dan fungsinya.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa merokok bisa menyebabkan dinding jantung lebih tebal dan darah sulit memompa ke seluruh tubuh hingga bisa menyebabkan gagal jantung.

  1. Serangan jantung

Serangan jantung adalah kondisi yang terjadi ketika aliran darah yang memiliki banyak oksigen tiba-tiba terhambat otot jantung. Alhasil, jantung tidak mendapatkan asupan oksigen.

  1. Diabetes

Diabetes adalah penyakit kronis gangguan metabolisme yang berlangsung jangka panjang. Glukosa yang berlebih bisa mengalir ke dalam darah dan merusak pembuluh darah.

 

Berdasarkan lansiran WebMD, data yang dikeluarkan oleh National Heart Association Amerika Serikat, sekitar 65 persen kematian orang dengan diabetes disebabkan oleh penyakit jantung koroner atau stroke.

Source : https://www.medcom.id/rona/kesehatan/gNQ0Z15K-beberapa-penyebab-gagal-jantung-yang-dialami-bj-habibie

Tuesday, 17 September 2019 17:15

Cara Mencegah Penyakit Jantung

Jantung memang tak hanya menyerang pada usia lanjut. Kerusakan pembuluh darah memerlukan waktu yang lama untuk memicu penyakit jantung. Untuk mengatasinya, beberapa cara bisa dilakukan demi mencegah penyakit jantung sedini mungkin. Berikut mengutip situs kesehatan Mayo Clinic.

  1.  Hindari rokok

Merokok adalah salah satu faktor risiko paling signifikan untuk penyakit jantung. Bahan kimia dalam tembakau dapat merusak jantung dan pembuluh darah dengan menyebabkan menyempitnya pembuluh darah karena penumpukan plak. Selain itu, karbon monoksida dalam asap rokok juga dapat menggantikan sebagian oksigen dalam darah. Dengan begitu, tekanan darah akan terus meningkat dan jantung 'dipaksa' untuk bekerja lebih keras demi mendapatkan pasokan oksigen yang cukup. Tak ada jumlah batas aman konsumsi rokok. Semakin banyak rokok yang dihisap, semakin tinggi risiko jantung yang mengintai.

  1.   Berolahraga rutin

Berolahraga secara teratur dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Olahraga yang rutin dikolaborasikan dengan gaya hidup sehat membantu Anda terhindar dari penyakit jantung yang membuat Presiden RI ke-3 BJ Habibie meninggal dunia. Aktivitas fisik dapat membantu Anda mengontrol berat badan yang juga menjadi salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular. Lakukan olahraga ringan selama 30 menit. Lakukan itu dalam beberapa hari selama sepekan. Anda juga bisa membagi durasi ideal olahraga ringan untuk mencegah penyakit jantung. Olahraga bisa dilakukan selama 10 menit setiap harinya dalam sepekan.

  1. Konsumsi gizi yang tepat

Konsumsi gizi yang tepat dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Diet DASH dan Mediterania bisa menjadi pilihan. Pola makan kaya buah-buhan, sayur, dan biji-bijian dapat membantu melindungi jantung Anda. Hindari pula terlalu banyak konsumsi garam dan gula.

  1.  Jaga berat badan

Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Obesitas akan membawa Anda pada beberapa kondisi yang berkaitan dengan jantung seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes. Anda disarankan untuk rutin menghitung indeks massa tubuh. Angka BMI 25 atau lebih umumnya dikaitkan dengan kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan peningkatan risiko jantung serta stroke. Selain itu, lingkar pinggang juga bisa menjadi salah satu alat pengukur yang tepat. Kelebihan berat badan pada pria dapat dideteksi dari ukuran lingkar pinggang yang melebihi 101,6 cm bagi pria dan 88,9 cm bagi wanita.

  1.  Jaga kualitas tidur

Kurang tidur dapat membawa Anda pada risiko obesitas, tekanan darah tinggi, jantung, diabetes, dan depresi. Kebanyakan orang dewasa membutuhkan waktu tidur sebanyak 7-9 jam setiap malam.

  1. Kelola stres

Makan berlebih, meminum alkohol, dan merokok bukan cara terbaik untuk mengelola stres. Deretan cara itu hanya membawa Anda pada risiko penyakit jantung. Temukan cara alternatif mengelola stres seperti aktivitas fisik dan meditasi untuk meningkatkan kesehatan.

 

Source by : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190911190919-255-429628/cara-cegah-terkena-masalah-jantung-sejak-muda-seperti-habibie

Monday, 19 August 2019 09:19

Penyakit Akibat Stres

Penyakit Akibat Stres

Sebenarnya, stres tak selamanya berdampak negatif. Dalam bentuk lain yang dinamakan dengan eustress, stres justru membawa pengaruh baik bagi kesehatan mental. Memicu seseorang untuk lebih termotivasi dan semangat dalam menjalani hidup.

Sayangnya, kebanyakan orang lebih memilih berteman akrab dengan distress. Stres jenis inilah yang membawa dampak negatif baik bagi kesehatan mental maupun kesehatan tubuh secara keseluruhan. Bila tidak segera ditangani, kondisi ini dapat memicu datangnya berbagai jenis penyakit seperti berikut ini.

 

Berbagai penyakit akibat stres yang perlu diwaspadai :

  1.  Sakit Kepala

Sakit kepala menjadi penyakit akibat stres yang hampir pasti menghinggapi penderitanya. Tegangnya otot juga saraf di kepala akibat stres, dapat menimbulkan sakit kepala tegang, migrain hingga kesemutan di satu atau kedua sisi kepala. Durasinya dapat berlangsung singkat bahkan bertahan lama, bergantung tingkat stres yang dialami.

  1. Flu

Keterkaitan antara stres dan menurunnya imunitas tubuh telah banyak dibuktikan para ahli. Kadar hormon kortisol yang melonjak tajam ketika stres mampu melemahkan respon imun terhadap berbagai ancaman, termasuk virus flu.

Akibatnya seseorang yang stres lebih mudah terinfeksi flu. Bahkan dapat bertambah parah dan sulit pergi, jika stres yang dialami tak kunjung diatasi.

  1.  Sindrom Kelelahan Kronis

Sindrom kelelahan kronis (chronic fatigue syndrom, CFS) merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan timbulnya gejala berupa kelemahan dan rasa kantuk terus menerus yang tak kunjung pergi meski telah banyak beristirahat.

Meski hingga saat ini para peneliti belum menemukan penyebab utama dari kondisi ini, namun stres diduga kuat memainkan peran besar didalamnya. Curigai apabila mengalami kelelahan yang tak hilang meski telah berbulan-bulan lamanya.

  1.  Gangguan Tidur

Stres membuat otak dipenuhi dengan beban pikiran juga emosi, akibatnya dapat memicu timbulnya gangguan tidur seperti insomnia. Jika dibiarkan berlarut-larut, penyakit akibat stres satu ini dapat berimplikasi pada tekanan darah hingga dapat memperpendek usia.

  1. Masalah Kesuburan

Hingga saat ini, stres menjadi alasan kuat yang memengaruhi tingkat kesuburan baik pria maupun wanita. Betapa tidak, stres dapat menyebabkan ejakulasi dini pada pria dan terganggunya siklus menstruasi pada wanita. Meningkatkan resiko terjadinya kemandulan hingga memicu keretakan rumah tangga.

  1.  Sakit Punggung

Sikap tubuh yang salah ketika beraktivitas umumnya menjadi penyebab utama terjadinya sakit punggung. Kendati demikian, bila sakit punggung yang dialami terus menetap tak kunjung sembuh, bisa jadi tekanan emosional atau stres-lah penyebabnya.

Stres dapat memicu ketegangan fisik yang menyakitkan dan sering terjadi di jaringan lunak leher, bahu, punggung hingga bokong. Untuk itu, bila pengobatan sakit punggung kerap tidak membuahkan hasil positif, cobalah untuk memperhatikan kondisi mental dan emosional diri.

  1.  Obesitas

Malas berolahraga bukanlah satu-satunya alasan yang menyebabkan seseorang terjebak dalam obesitas. Ada alasan lain dibalik kondisi ini, yakni stres!

Peningkatan hormon kortisol ketika stres mampu meningkatkan nafsu makan dan memicu keinginan mengonsumsi makanan manis juga berlemak. Tubuh pun akan menyimpan lebih banyak lemak, terutama di daerah perut.

  1.  Gangguan Pencernaan

Perhatikanlah bagaimana fluktuasi emosional acap kali merangsang timbulnya reaksi di perut. Jangan heran, karena lambung dan usus memiliki saraf yang terhubung langsung ke otak.

Itulah mengapa ketika stres, tak jarang disertai dengan kedatangan masalah kesehatan pada sistem pencernaan. Stres dapat menyebabkan maag, GERD hingga sindrom iritasi usus atau irritable bowel syndrome (IBS).

  1.  Diabetes

Stres dapat menyebabkan diabetes melalui dua cara. Pertama, mengubah pola makan menjadi buruk. Kedua, membuat pankreas menjadi kesulitan dalam mensekresikan hormon insulin sebagai pengendali gula darah.

  1.  Penyakit Jantung

Banyak jalan bagi stres untuk memancing kedatangan si pembunuh nomor wahid di dunia ini. Stres secara langsung dapat meningkatkan denyut jantung dan pelepasan kolesterol serta trigliserida ke dalam aliran darah.

Stres juga mampu memengaruhi tekanan darah, menyebabkan terjadinya hipertensi yang dapat berakhir pada serangan jantung atau stroke.

  1.  Penyakit Alzheimer

Faktor risiko besar terjadinya penyakit alzheimer dan demensia tak hanya datang dari usia, faktor stres pun dapat menjadi dalang dibalik kondisi ini. Betapa tidak, stres terkait erat dengan terganggunya fungsi otak.

Ketika stres dibiarkan begitu saja/berkepanjangan, maka lambat laun, kadar kortisol dalam darah yang terus meninggi akan menyebabkan kerusakan pada hipokampus, bagian dari otak besar yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan memori dan banyak fungsi lainnya.

  1.  Penyakit Kulit

Stres menyebabkan reaksi kimiawi di tubuh yang membuat kulit lebih sensitif dan reaktif. Hal ini juga dapat membuat penyakit kulit yang sudah ada sebelumnya menjadi lebih sulit untuk sembuh.

Pernahkah Anda memperhatikan bahwa wajah mengeluarkan lebih banyak minyak saat stres? Hal ini karena stres menyebabkan tubuh membuat hormon seperti kortisol, yang memberitahu kelenjar di kulit untuk membuat lebih banyak minyak. Kulit berminyak lebih rentan terhadap jerawat dan masalah kulit lainnya.

Lebih lanjut, stress dapat memperparah penyakit psoriasis, rosacea, dan eksim pada kulit, terutama eksim kering atau neurodermatitis.

  1.  Depresi

Seakan tak cukup untuk terus memperburuk kondisi kesehatan, stres kronis mampu menempatkan penderitanya berada dalam depresi.

Pada tahap ini, seseorang cenderung terlibat dalam perilaku agresif atau berisiko. Misalnya pelampiasan pada obat-obatan terlarang, menyakiti diri sendiri atau orang lain hingga tak jarang dapat melakukan percobaan pembunuhan.

Melihat berbagai penyakit akibat stres di atas, tak mengherankan apabila stres memiliki keterkaitan erat dengan kematian dini. Memang kita tak dapat menampik kedatangan stres juga masalah dalam hidup. Namun jangan lantas kondisi ini justru menggerus kita dalam keterpurukan.

Hadapi dan kelola lah stres sebaik mungkin. Orientasikan pikiran pada penyelesaian bukan dengan menghindari masalah yang dihadapi. Bila merasa tidak mampu menghadapinya sendiri, bicarakan dengan orang terdekat atau berkonsultasilah dengan psikiater atau psikolog.

 

Source : https://www.honestdocs.id/penyakit-akibat-stress

Monday, 19 August 2019 09:08

Stres

Stres

Stres adalah reaksi tubuh yang muncul saat seseorang menghadapi ancaman, tekanan, atau suatu perubahan. Stres juga dapat terjadi karena situasi atau pikiran yang membuat seseorang merasa putus asa, gugup, marah, atau bersemangat.

Situasi tersebut akan memicu respon tubuh, baik secara fisik ataupun mental. Respon tubuh terhadap stres dapat berupa napas dan detak jantung menjadi cepat, otot menjadi kaku, dan tekanan darah meningkat.

Stres sering kali dipicu oleh masalah dalam keluarga, hubungan sosial, atau masalah keuangan. Selain itu, stres juga bisa dipicu oleh penyakit yang diderita. Memiliki anggota keluarga yang mudah mengalami stres, akan membuat orang tersebut juga lebih mudah mengalami stres.

Stres yang berkepanjangan dapat mengganggu kesehatan fisik serta melemahkan daya tahan tubuh. Selain itu, stres juga dapat menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan dan sistem reproduksi. Orang yang mengalami stres secara berkepanjangan biasanya juga akan mengalami gangguan tidur.

 

Gejala Stres

Gejala yang muncul saat seseorang mengalami stres dapat berbeda-beda, tergantung penyebab dan cara menyikapinya. Gejala atau tanda stres dapat dibedakan menjadi:

  • Gejala emosi, misalnya mudah gusar, frustasi, suasana hati yang mudah berubah atau moody, sulit untuk menenangkan pikiran, rendah diri, serta merasa kesepian, tidak berguna, bingung, dan hilang kendali, hingga tampak bingung, menghindari orang lain, dan depresi.
  • Gejala fisik, seperti lemas, pusing, migrain, gangguan pencernaan (mual dan diare atau sembelit), nyeri otot, jantung berdebar, sering batuk pilek, gangguan tidur, hasrat seksual menurun, tubuh gemetar, telinga berdengung, kaki tangan terasa dingin dan berkeringat, atau mulut kering dan sulit menelan.
  • Gejala kognitif, contohnya sering lupa, sulit memusatkan perhatian, pesimis, memiliki pandangan yang negatif, dan membuat keputusan yang tidak baik.
  • Gejala perilaku, misalnya tidak mau makan, menghindari tanggung jawab, serta menunjukkan sikap gugup seperti menggigit kuku atau berjalan bolak-balik, merokok, hingga mengonsumsi alkohol secara berlebihan.

 

Penyebab Stres

Saat seseorang menghadapi kondisi yang memicu stres, tubuh akan bereaksi secara alami, yaitu dengan melepas hormon yang dinamakan kortisol dan adrenalin. Reaksi ini sebenarnya baik untuk membantu seseorang menghadapi situasi yang berbahaya atau mengancam, sehingga bisa keluar dari situasi tersebut.

Stres sulit untuk dihindari. Jadi, hal yang terpenting adalah cara mengatasi stres, karena bila stres terjadi berkepanjangan, dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

 

 

Diagnosis dan Penanganan Stres

Bila seseorang tidak dapat mengatasi stres dengan baik dan stres menjadi berkepanjangan, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan psikiater. Terlebih bila stres dialami secara berulang hingga menyebabkan gejala fisik.

Melalui sesi konseling, psikiater akan mencari tahu pemicunya, agar dapat ditentukan penanganannya. Bila stres sudah memengaruhi kerja organ dalam, psikiater akan merekomendasikan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan laboratorium atau rekam jantung.

Setelah mengevaluasi masalah, kondisi mental, dan kondisi fisik pasien, psikiater akan menentukan tindakan penanganan yang sesuai. Fokus dari penanganan stres adalah untuk mengubah cara pandang dan respon penderita terhadap situasi yang menjadi penyebab stres.

Metode penanganan stres mencakup perubahan gaya hidup, teknik relaksasi, serta psikoterapi.

Perubahan gaya hidup tersebut meliputi:

  • Berolahraga secara teratur
  • Menerapkan pola makan dengan gizi seimbang
  • Membatasi konsumsi kafein
  • Menghindari konsumsi alkohol dan NAPZA
  • Tidur yang cukup
  • Melakukan kegiatan yang menyenangkan hati.

Selain perubahan gaya hidup, upaya penanganan stres juga dapat dilakukan dengan melakukan teknik relaksasi yang dapat meredakan stres, misalnya meditasi, aromaterapi, atau yoga.

Dalam psikoterapi, psikiater akan mencoba untuk menanamkan kepada penderita untuk selalu memiliki pandangan yang positif dalam segala kondisi. Selain itu, psikiater akan meminta pasien membuat tujuan dalam hidupnya, dimulai dari tujuan yang mudah dicapai. Psikoterapi ini akan dilakukan dalam beberapa sesi.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikiater bila Anda merasa mengalami stres yang berkepanjangan.

 

Source : https://www.alodokter.com/stres

Tidak salah memang jika penyakit jantung bisa muncul akibat makan makanan yang mengandung kolesterol tinggi. Namun sebenarnya, tak semua jenis kolesterol itu buruk, lho. Ada dua jenis kolesterol dalam darah, yaitu kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL).

Biasanya, penyakit jantung dipicu oleh tingginya kolesterol jahat dalam darah. Hal ini karena adanya penumpukan kolesterol jahat di dalam pembuluh darah, sehingga membuat aliran darah tak lancar.

Bila dibiarkan lama-kelamaan akan mengganggu fungsi jantung dan akhirnya gejala penyakit jantung pun muncul. Anda bisa kok mencegah penyakit jantung akibat kolesterol jahat ini, dengan melakukan kebiasaan berikut ini.

  1. Terapkan pola makan sehat dari sekarang

Makanan adalah penentu utama yang memengaruhi kadar kolesterol baik dan kolesterol jahat Anda. Biasanya, kolesterol jahat alias LDL banyak ditemukan di berbagai makanan olahan dan makanan yang digoreng.

Kandungan lemak trans tinggi juga bisa membuat kadar kolesterol jahat meningkat pesat. Maka itu, hindari mkanan yang mengandung lemak trans tinggi seperti:

  • Cemilan manis, donat, kue tart, dan kue kering
  • Jenis daging merah, olahan, dan berlemak
  • Makanan yang digoreng
  • Susu, mentega, keju, dan krim

Selain meningkatkan kolesterol jahat, makanan di atas juga dapat membuat berat badan naik dan Anda berpeluang untuk obesitas. Nah, obesitas meningkatkan risiko terkena penyakit jantung. Oleh karena itu, untuk mencegah penyakit jantung akibat kolesterol jahat tinggi, Anda bisa memperbanyak makanan yang mengandung lemak baik, seperti: Kacang kedelai, Ikan sarden, salmon, atau ikan kembung, Minyak zaitun, Terong, Kacang-kacangan, seperti almond.

Cara memasak juga bisa pengaruhi kadar kolesterol dalam makanan lho. Mengolah dan memasak makanan dengan cara yang sehat juga bisa jadi solusi untuk mencegah penyakit jantung akibat kolesterol tinggi.

Berikut tips mengolah makanan supaya kadar kolesterol jahat tidak begitu banyak di dalam makanan:

  • Kurangi menggoreng bahan makanan. Cobalah untuk memanggang atau membakar.
  • Gunakan minyak canola atau sunflower atau safflower sebagai pengganti mentega
  • Hindari mengoleskan cairan berlemak ke makanan Anda
  1. Membatasi asupan alkohol

Alkohol bisa meningkatkan tekanan darah Anda dan menambah berat badan Anda. Keduanya bisa menjadi pemicu penyakit jantung, sehingga lebih baik membatasi asupan alkohol.

Para pria dianjurkan untuk tidak minum lebih dari dua gelas per hari, sedangkan wanita hanya diperbolehkan satu gelas saja.

  1. Berolahraga

Jangan tunda olahraga, apalagi jika Anda sudah didiagnosis memiliki kadar kolesterol tinggi. Sebagai permulaan, Anda bisa memulai olahraga selama 30 menit.

Hal ini bisa membantu Anda menurunkan tekanan darah, mengurangi kadar kolesterol, dan menjaga berat badan. Cobalah olahraga pagi dengan jogging atau menghabiskan waktu Anda di treadmill jika malas keluar rumah.

  1. Minum obat untuk mengatasi kolesterol tinggi

Mengubah gaya hidup sehat dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh Anda. Namun, terkadang gaya hidup sehat saja tidak cukup ampuh sehingga dibutuhkan obat-obatan untuk membantu menurunkannya.

Nah, karena yang sedang dialami adalah kolesterol lemak yang tinggi, tentu saja pengobatan yang sesuai dengan Anda adalah obat untuk menurunkan tingkat kolesterol. Biasanya, terdapat syarat dan ketentuan untuk mendapatkan pengobatan tersebut.

Seberapa tinggi kolesterol dan berapa usia Anda. Orang yang terkena kolesterol tinggi umumnya sering mengonsumsi statin dan niacin untuk mengatasi hal ini. Selalu konsultasikan kepada dokter sebelum Anda mengonsumsi obat kolesterol. Anda juga harus tetap melanjutkan gaya hidup sehat meskipun dibantu dengan obat-obatan.

Sekarang, tahu kan kenapa mengatasi kolesterol tinggi hampir sama dengan cara kita mencegah penyakit jantung akibat kolesterol? Mulailah gaya hidup sehat agar terhindar dari penyakit yang berbahaya.

 

Source : https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/serangan-jantung/mencegah-penyakit-jantung-akibat-kolesterol/

Friday, 05 July 2019 10:13

Pengertian Asma

Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas. Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri dada, batuk-batuk, dan mengi. Asma bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda atau tua.

Meskipun penyebab pasti asma belum diketahui secara jelas, namun ada beberapa hal yang kerap memicunya, seperti asap rokok, debu, bulu binatang, aktivitas fisik, udara dingin, infeksi virus, atau bahkan terpapar zat kimia.

Bagi seseorang yang memiliki penyakit asma, saluran pernapasannya lebih sensitif dibandingkan orang lain yang tidak hidup dengan kondisi ini. Ketika paru-paru teriritasi pemicu di atas, maka otot-otot saluran pernapasan penderita asma akan menjadi kaku dan membuat saluran tersebut menyempit. Selain itu, akan terjadi peningkatan produksi dahak yang menjadikan bernapas makin sulit dilakukan.

Penderita asma di Indonesia

Laporan riset kesehatan dasar oleh Kementrian Kesehatan RI tahun 2013 memperkirakan jumlah pasien asma di Indonesia mencapai 4.5 persen dari total jumlah penduduk. Provinsi Sulawesi Tengah menduduki peringkat penderita asma terbanyak sebanyak 7.8 persen dari total penduduk di daerah tersebut.

Menurut data yang dikeluarkan WHO pada bulan Mei tahun 2014, angka kematian akibat penyakit asma di Indonesia mencapai 24.773 orang atau sekitar 1,77 persen dari total jumlah kematian penduduk. Setelah dilakukan penyesuaian umur dari berbagai penduduk, data ini sekaligus menempatkan Indonesia di urutan ke-19 di dunia perihal kematian akibat asma.

Diagnosis asma

Untuk mengetahui apakah seorang pasien menderita penyakit asma, maka dokter perlu melakukan sejumlah tes. Namun sebelum tes dilakukan, dokter biasanya akan mengajukan pertanyaan pada pasien mengenai gejala apa saja yang dirasakan, waktu kemunculan gejala tersebut, dan riwayat kesehatan pasien serta keluarganya.

Jika seluruh keterangan yang diberikan pada pasien mengarah pada penyakit asma, maka selanjutnya dokter bisa melakukan tes untuk memperkuat diagnosis, misalnya:

  • Spirometri
  • Tes Arus Puncak Ekspirasi (APE)
  • Uji Provokasi Bronkus
  • Pengukuran Status Alergi
  • CT Scan
  • Rontgen

Jika seseorang terdiagnosis mengidap asma saat kanak-kanak, gejalanya mungkin bisa menghilang ketika dia remaja dan muncul kembali saat usianya lebih dewasa. Namun gejala asma yang tergolong menengah atau berat di masa kanak-kanak, akan cenderung tetap ada walau bisa juga muncul kembali. Kendati begitu, asma bisa muncul di usia berapa pun dan tidak selalu berawal dari masa kanak-kanak.

Pengobatan asma

Ada dua tujuan dalam pengobatan penyakit asma, yaitu meredakan gejala dan mencegah gejala kambuh. Untuk mendukung tujuan tersebut, diperlukan rencana pengobatan dari dokter yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Rencana pengobatan meliputi cara mengenali dan menangani gejala yang memburuk, serta obat-obatan apa yang harus digunakan.

Penting bagi pasien untuk mengenali hal-hal yang dapat memicu asma mereka agar dapat menghindarinya. Jika gejala asma muncul, obat yang umum direkomendasikan adalah inhaler pereda.

Bilamana terjadi serangan asma dengan gejala yang terus memburuk (secara perlahan-lahan atau cepat) meskipun sudah ditangani dengan inhaler atau obat-obatan lainnya, maka penderita harus segera mendapatkan penanganan di rumah sakit. Meski jarang terjadi, serangan asma bisa saja membahayakan nyawa. Bagi penderita asma kronis, peradangan pada saluran napas yang sudah berlangsung lama dan berulang-ulang bisa menyebabkan penyempitan permanen.

Komplikasi asma

Berikut ini adalah dampak akibat penyakit asma yang bisa saja terjadi:

  • Masalah psikologis (cemas, stres, atau depresi).
  • Menurunnya performa di sekolah atau di pekerjaan.
  • Tubuh sering terasa lelah.
  • Gangguan pertumbuhan dan pubertas pada anak-anak.
  • Status asmatikus (kondisi asma parah yang tidak respon dengan terapi normal).
  • Pneumonia.
  • Gagal pernapasan.
  • Kerusakan pada sebagian atau seluruh paru-paru.
  • Kematian.

Mengendalikan penyakit asma

Jika Anda kebetulan mengidap asma atau hidup dengan asma sejak lama, jangan cemas dengan kondisi ini karena asma merupakan penyakit yang masih dapat dikendalikan asalkan Anda:

  • Mengenali dan menghindari pemicu asma.
  • Mengikuti rencana penanganan asma yang dibuat bersama dokter.
  • Mengenali serangan asma dan melakukan langkah pengobatan yang tepat.
  • Menggunakan obat-obatan asma yang disarankan oleh dokter secara teratur.
  • Memonitor kondisi saluran napas Anda.

Jika penggunaan inhaler pereda asma reaksi cepat makin meningkat, segera konsultasikan kepada dokter agar rencana penanganan asma Anda disesuaikan kembali. Selain itu, disarankan untuk melakukan vaksinasi influenza dan pneumonia secara teratur untuk mencegah memburuknya penyakit asma yang disebabkan kedua penyakit tersebut.

 

 

Source by : https://www.alodokter.com/asma

Siapa yang tidak kenal Demam Berdarah Dengue, atau yang biasa kita kenal dengan DBD? Penyakit menular ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan sering kali oleh nyamuk Aedes Aegypti, dan telah menjadi wabah di Indonesia sejak tahun 1968. Penyakit ini masih menghantui sampai saat ini, tiap kali musim penghujan tiba.

Di mana biasanya nyamuk Aedes Aegypti bersarang?

Musim penghujan biasanya disertai dengan munculnya genangan-genangan air. Padahal menurut Kementerian Kesehatan RI, tempat perkembangbiakkan nyamuk Aedes berada pada tempat penampungan air, yang terdiri dari :

  • Tempat penampungan air untuk keperluan sehari-hari baik dalam maupun luar rumah, seperti ember, drum, tempayan dan bak mandi/WC.
  • Tempat penampungan air bukan untuk keperluan sehari-hari, seperti tempat minum burung, vas bunga, perangkap semut, barang bekas, dan talang air.
  • Tempat penampungan air alamiah, seperti lubang pohon, lubang batu, pelepah daun, tempurung kelapa, potongan bambu, dan pelepah pisang.

Air yang menggenang dalam suatu tempat lalu menjadi tempat perkembangbiakkan nyamuk, menyebabkan telur nyamuk menetas, dan setelah 10 sampai 12 hari akan berubah menjadi nyamuk. Bila manusia digigit oleh nyamuk dengan virus dengue, maka setelah 4 sampai 7 hari, gejala-gejala DBD akan mulai timbul.

Hal yang menarik adalah, beberapa tahun belakangan ini telah disepakati bahwa gejala klinis DBD bervariasi, sehingga perjalanan penyakit ini tak lagi dapat diprediksi. Hal ini dikarenakan berbedanya hasil temuan kasus di lapangan dengan teori yang ada. Padahal terdapat beberapa penyakit yang memiliki kesamaan dengan gejala awal DBD.

Salah satu gejala DBD yang masih sering dijumpai adalah munculnya bintik-bintik merah pada kulit. Namun ternyata, gejala tersebut masih sering disalahartikan dengan gejala penyakit lain seperti campak.

Bagaimana membedakan bintik merah tanda demam berdarah?

Menurut seorang Dokter Spesialis Anak, Dokter Widodo Judarwanto, ruam merah pada awal-awal gejala DBD biasanya timbul pada daerah muka, leher dan dada. Ruam merah tersebut kemudian biasanya akan berkurang memasuki hari ke-4 dan ke-5 hingga akhirnya menghilang setelah hari ke-6. Meskipun kulit direnggangkan, bintik merah tersebut juga ternyata akan tetap terlihat.

Hal tersebut berbeda dengan penyakit campak. Ruam pada penyakit campak biasanya timbul pada hari ke-3, lalu akan bertambah banyak pada hari ke-6 dan ke-7. Hingga akhirnya berubah warna jadi kehitaman dan bertahan selama seminggu.

Gejala DBD juga sering kali diawali dengan panas tinggi yang terjadi secara mendadak. Biasanya, hal inilah yang membedakan bintik merah gejala DBD dengan bintik merah karena hal lain.

Ruam merah pada kulit tersebut, yang membedakan DBD dengan penyakit lain, kemudian diikuti dengan gejala lain seperti kejadian syok (fase kritis) yang dipercepat oleh kondisi kekurangan cairan. Hal ini dapat terjadi karena trombosit turun yang mengakibatkan kelainan pada pembuluh darah (pendarahan). Kondisi tersebut sering kali dikaitkan dengan penyebab kematian penderita DBD. Kematian dapat dihindari, bila penderita mendapatkan penanganan yang cepat dan benar. Hal tersebut dapat dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium segera setelah mengalami panas tinggi hingga 3 hari berturut-turut.

 

Apa yang harus dilakukan untuk mencegah demam berdarah?

Guna mencegah DBD, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan. Karenanya, baru-baru ini Kementerian Kesehatan RI mengenalkan suatu program yang dinamakan dengan PSN 3M Plus, atau Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan cara 3M Plus.

Program PSN dilakukan dengan:

  • Membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es (menguras)
  • Menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air
  • Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.

Sedangkan yang dimaksud dengan 3M Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan, seperti:

  • Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan
  • Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk
  • Menggunakan kelambu saat tidur
  • Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk
  • Menanam tanaman pengusir nyamuk
  • Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah
  • Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

 

Source : https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/demam-berdarah-dengue-dbd/mengenali-bintik-merah-demam-berdarah/

 

Friday, 05 July 2019 10:06

Apa itu demam berdarah dengue (DBD)?

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk. Demam berdarah DBD dulu disebut penyakit “break-bone” karena kadang menyebabkan nyeri sendi dan otot di mana tulang terasa retak. Demam berdarah ringan menyebabkan demam tinggi, ruam, dan nyeri otot dan sendi. Demam berdarah yang parah, atau juga dikenal sebagai dengue hemorrhagic fever, dapat menyebabkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah yang tiba-tiba (shock), dan kematian.

Jutaan kasus infeksi DBD terjadi setiap tahunnya di seluruh dunia. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Demam berdarah dengue paling banyak ditemui selama musim hujan dan setelah musim hujan di area tropis dan subtropis di Afrika, Asia Tenggara dan China, India, Timur Tengah, Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan, Australia, Pasifik Selatan dan Pasifik Tengah.

 

Apa saja tanda-tanda dan gejala demam berdarah dengue (DBD)?

Terdapat tiga jenis demam dengue: demam berdarah klasik, dengue hemorrhagic fever, dan dengue shock syndrome. Masing-masing memiliki gejala yang berbeda.

  1. Gejala demam berdarah klasik

Gejala dari demam berdarah klasik biasanya diawali dengan demam selama 4 hingga 7 hari setelah digigit oleh nyamuk yang terinfeksi, serta:

  • Demam tinggi, hingga 40 derajat C
  • Sakit kepala parah
  • Nyeri pada retro-orbital (bagian belakang mata)
  • Nyeri otot dan sendi parah
  • Mual dan muntah
  • Ruam

Ruam mungkin muncul di seluruh tubuh 3 sampai 4 hari setelah demam, kemudian berkurang setelah 1 hingga 2 hari. Anda mungkin mengalami ruam kedua beberapa hari kemudian.

  1. Gejala dengue hemorrhagic fever

Gejala dari dengue hemorrhagic fever meliputi semua gejala dari demam berdarah klasik, ditambah:

  • Kerusakan pada pembuluh darah dan getah bening
  • Perdarahan dari hidung, gusi, atau di bawah kulit, menyebabkan memar berwarna keunguan

Jenis penyakit dengue ini dapat menyebabkan kematian.

  1. Gejala dengue shock syndrome

Gejala dari dengue shock syndrome, jenis penyakit dengue yang paling parah, meliputi semua gejala demam berdarah klasik dan dengue hemorrhagic fever, ditambah:

  • Kebocoran di luar pembuluh darah
  • Perdarahan parah
  • Shock (tekanan darah sangat rendah)

Jenis penyakit ini biasanya terjadi pada anak-anak (dan beberapa orang dewasa) yang mengalami infeksi dengue kedua kalinya. Jenis penyakit ini sering kali fatal, terutama pada anak-anak dan dewasa muda.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

 

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

 

Apa penyebab demam berdarah dengue?

Demam berdarah DBD disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh gigitan nyamuk. Terdapat 4 virus dengue, yaitu virus DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4. Nyamuk yang berasal dari famili tertentu yaitu Aedes aegypti atau Aedes albopictus dapat membawa virus untuk menginfeksi darah manusia dengan gigitan dan mentransfer darah yang terinfeksi ke orang lain. Begitu Anda pulih dari demam berdarah, imunitas Anda akan terbentuk namun hanya sampai strain tertentu.

Terdapat 4 strain virus tertentu, yang berarti Anda dapat terinfeksi lagi. Penting untuk mengidentifikasi tanda-tanda dan mendapatkan penanganan.

 

Siapa yang berisiko terkena demam berdarah dengue (DBD)?

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko Anda terkena demam berdarah DBD, yaitu:

  • Tinggal atau berpergian ke area tropis. Berada di daerah tropis dan subtropis meningkatkan risiko terkenanya virus yang menyebabkan demam berdarah. Daerah yang berisiko tinggi adalah Asia Tenggara, bagian barat Kepulauan Pasifik, Amerika Latin, dan Karibia.
  • Infeksi sebelumnya dengan virus demam dengue meningkatkan risiko gejala yang serius jika Anda terinfeksi kembali.

 

Bagaimana mendiagnosis demam berdarah dengue?

Mendiagnosis demam berdarah mungkin sulit dilakukan, karena tanda-tanda dan gejalanya sulit dibedakan dengan penyakit lain seperti malaria, leptospirosis, dan tifus.

Beberapa tes laboratorium dapat mendeteksi bukti virus dengue, namun hasil tes biasanya keluar agak lama untuk segera memberi keputusan pengobatan.

 

Bagaimana cara mengobati demam berdarah dengue?

Tidak ada penanganan spesifik untuk demam berdarah DBD, kebanyakan pasien pulih dalam 2 minggu. Penting untuk menangani gejala-gejala untuk menghindari komplikasi. Dokter biasanya merekomendasikan pilihan pengobatan berikut:

  • Istirahat yang banyak di tempat tidur
  • Minum banyak cairan
  • Minum obat untuk menurunkan demam. Paracetamol (Tylenol®, Panadol®) dapat meringankan rasa sakit dan menurunkan demam.
  • Hindari penghilang rasa sakit yang dapat meningkatkan komplikasi perdarahan, seperti aspirin, ibuprofen (Advil®, Motrin®) dan naproxen sodium (Aleve®).

Untuk kasus yang lebih serius, demam berdarah dapat menyebabkan shock atau hemorrhagic fever yang memerlukan perhatian medis lebih.

 

Apa saja perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi demam berdarah dengue?

Anda dapat mengatasi demam berdarah dengue dengan perawatan di rumah. Anda memerlukan hidrasi serta penanganan rasa sakit yang baik. Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda:

  • Tinggallah di tempat yang ber-AC. Penting untuk menjaga rumah dari nyamuk terutama pada malam hari.
  • Atur ulang kegiatan di luar ruangan. Hindari berada di luar ruangan pada dini hari, senja, atau malam hari, di mana banyak nyamuk di luar.
  • Gunakan pakaian pelindung. Apabila Anda berada di daerah yang banyak nyamuk, gunakan baju berlengan panjang, celana panjang, kaus kaki, dan sepatu.
  • Gunakan penangkal nyamuk. Permethrin dapat dipakaikan ke pakaian, sepatu, alat kemah Anda. Anda juga dapat membeli pakaian yang mengandung permethin. Untuk kulit Anda, gunakan penangkal yang mengandung paling sedikit 10% konsentrasi DEET.
  • Kurangi tempat tinggal nyamuk. Nyamuk yang membawa virus dengue biasanya tinggal di dalam dan sekitar perumahan, berkembang biak di genangan air, seperti ban mobil. Kurangi habitat perkembangbiakan nyamuk untuk mengurangi populasi nyamuk.

 

Source : https://hellosehat.com/penyakit/demam-berdarah-dengue-dbd/

 

Thursday, 13 June 2019 16:49

E Catalogue

 
Page 1 of 4

Layanan Pelanggan

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi kami :

Tel : +62 21 4250665

Fax : +62 21 4250703

Email : medisindo@medisindo.co.id