Super User

Super User

Tuesday, 12 March 2019 08:39

Penyebab Hipertensi Pada Anak Muda

Hipertensi lebih dikenal sebagai penyakit yang sering menyerang orang berusia lanjut. Risiko hipertensi memang semakin meningkat seiring kita bertambah tua. Namun kenyataannya, kasus hipertensi pada anak muda dan anak kecil ditemukan semakin banyak di penjuru dunia.

Di Amerika Serikat, kurang lebih 20% orang dewasa muda usia 18-30 tahun yang berisiko penyakit jantung koroner lebih dulu memiliki hipertensi. Sementara itu di Indonesia, data Riset Kesehatan Dasar 2013 menunjukkan bahwa dari 25,8 persen total kasus hipertensi nasional ternyata 5,3% di antaranya dipegang oleh anak remaja berusia 15-17 tahun.

Sebenarnya, apa penyebab hipertensi pada anak muda?

Sekitar 90-95% kasus hipertensi di dunia termasuk jenis hipertensi primer. Hipertensi primer adalah kondisi tekanan darah tinggi yang tidak jelas penyebabnya; tidak disebabkan atau dipengaruhi oleh kondisi medis apa pun. Sisanya termasuk ke dalam kategori hipertensi sekunder. Ini adalah jenis hipertensi yang disebabkan oleh suatu kondisi medis tertentu yang menyerang fungsi ginjal, pembuluh darah, jantung, atau sistem endokrin. Penyebab hipertensi sekunder pada anak-anak muda adalah penyakit ginjal turunan/bawaan, kelainan fungsi/bentuk aorta, sleep apnea, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), atau masalah tiroid (hipotiroidisme atau hipertiroidisme). Perempuan muda juga lebih berisiko kena hipertensi apabila rutin minum pil KB. Namun, dugaan hipertensi sekunder pada anak muda harus dikesampingkan lebih dulu jika memang dicurigai. Hipertensi sekunder bisa dibatalkan ketika kondisi penyebabnya diberantas.

Gaya hidup zaman modern meningkatkan risiko hipertensi di usia muda

Sebagian besar kasus hipertensi pada anak muda tergolong ke dalam hipertensi primer. Meski tidak diketahui jelas apa penyebab spesifiknya, hipertensi primer kemungkinan besar dipengaruhi oleh faktor keturunan (genetik) atau gaya hidup yang tidak sehat, atau kombinasi keduanya. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut:

  1. Faktor genetik

Riwayat hipertensi turunan dalam keluarga dapat meningkatkan risiko hipertensi pada anak muda generasi berikutnya. Pada anak-anak muda yang memiliki hipertensi tapi tidak ada masalah medis yang jadi pemicunya dan gaya hidupnya juga tidak berisiko, genetik adalah satu-satunya penyebab yang paling mungkin.

  1. Obesitas

Sekarang ini, ada lebih banyak anak muda dan remaja yang punya berat badan berlebih dibandingkan remaja generasi masa lalu. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa kasus obesitas meningkat 2 kali lipat semenjak tahun 1980-an. Setidaknya 1 dari 10 orang dewasa muda di dunia termasuk obesitas. Peningkatan masalah obesitas secara global menjadi salah satu faktor risiko utama yang bisa menjelaskan kenapa kasus hipertensi pada anak muda semakin menjamur. Sebuah survei internasional terbitan Journal of American College Surgery melaporkan orang-orang dengan berat berlebih berisiko 1.7 kali lipat lebih tinggi untuk memiliki hipertensi daripada orang dengan berat badan sehat atau normal.

  1. Kurang olahraga

Aktivitas fisik seperti olahraga membuat tubuh memproduksi hormon yang melemaskan dinding pembuluh darah, sehingga membantu menurunkan tensi seseorang. Sementara itu, semakin kurang gerak berarti semakin banyak lemak yang tertimbun di tubuh sehingga berat badan bertambah. Jika kamu kurang olahraga ditambah memiliki berat badan yang cenderung obesitas, ini akan semakin meningkatkan risiko terjadinya hipertensi di usia muda.

  1. Pola makan yang buruk

Kebiasaan anak muda makan makanan cepat saji yang tinggi garam dan lemak turut menyumbang kepada peningkatan kasus hipertensi secara global. Asupan garam sodium berlebihan dan berkelanjutan akan mempersempit pembuluh darah dan membuat tubuh menyimpan kelebihan berat air. Dua faktor ini akan meningkatkan tekanan darah.

  1. Tidak terbiasa cek tensi

Hipertensi sering dipandang sebelah mata oleh anak-anak muda karena beranggapan penyakit ini hanya akan menyerang orang-orang tua. Itu kenapa anak muda jarang atau bahkan sama sekali tidak pernah mengecek tensi mereka. Padahal idealnya, kita harus mulai rutin cek tensi mulai dari usia 20 tahun. Anak-anak muda harus mulai menyadari sedini mungkin bahwa kasus hipertensi pada usia remaja semakin banyak tiap tahunnya. Mereka juga harus menyadari apa saja risiko komplikasi hipertensi pada kesehatan tubuh di masa depan. Dengan begitu, mereka bisa mengambil langkah proaktif untuk mencegahnya.

Source : https://lifestyle.kompas.com/read/2018/11/01/050500420/5-penyebab-kenapa-makin-banyak-anak-muda-kena-hipertensi

Kolesterol tinggi adalah salah satu penyakit yang mulai banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Jika tidak segera dikendalikan, kolesterol yang terlampau tinggi bisa membuat Anda terkena stroke hingga serangan jantung. Tenang, Anda bisa mengatasi masalah kolesterol tinggi ini dengan makan makanan penurun kolesterol. Berikut ini beberapa makanan penurun kolesterol, di antaranya:

1. Minyak zaitun

Minyak zaitun adalah salah satu makanan penurun kolesterol yang bisa Anda konsumsi. Pasalnya, minyak zaitun kaya akan asam lemak tak jenuh tunggal dan vitamin E. Kedua nutrisi ini dapat menurunkan LDL kolesterol atau lemak jahat, dan menaikkan HDL kolesterol alias lemak baik. Salah satu caranya yakni mengganti minyak goreng biasa dengan minyak zaitun.

2. Oatmeal dan makanan berserat tinggi

Outmeal baik untuk kesehatan karena mengandung serat larut yang dapat menurunkan kadar LDL pada tubuh. Serat pada oatmeal dapat mengurangi penyerapan kolesterol ke dalam aliran darah. Mengonsumsi 10 gram serat dari oatmeal dapat mengurangi total kolesterol, termasuk kolesterol jahat alias LDL.

3. Kacang kedelai

Sumber makanan yang berasal dari kacang kedelai seperti tahu, tempe, oncom, susu kedelai, atau kembang tahu mengandung zat isoflavon. Isoflavon ini berfungsi sebagai zat yang dapat menekan kolesterol jahat (LDL) agar tidak berkembang lebih banyak di aliran darah. 

Meski begitu, ada hal yang harus Anda hindari. Ketika mengolah bahan makanan dari kacang kedelai, hindari memasak atau menambahkan minyak goreng biasa. Supaya lebih sehat, tukar minyak goreng biasa dengan minyak zaitun.

Food and Drugs Administration (FDA) di Amerika Serikat yang setara dengan Badan POM di Indonesia menyarankan untuk mengonsumsi sedikitnya 25 gram protein kedelai per hari sebagai makanan penurun kolesterol.

4. Kacang-kacangan

Kacang memang sangat cocok dikonsumsi sebagai salah satu makanan untuk diet. Selain itu, kacang bisa jadi makanan penurun kolesterol yang lezat. Mengonsumsi kacang seperti buncis, kacang merah, kacang panjang, atau kacang almond secara teratur selama 6 minggu dapat menurunkan kolesterol hingga 10 persen.

 

5. Ikan salmon

Ikan Salmon diperkaya dengan kandungan omega-3 bermanfaat untuk menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida serta meningkatkan produksi kolesterol baik (HDL). Selain mengandung omega-3, ikan salmon juga mengandung EPA dan DHA yang sangat baik bagi kesehatan dan fungsi kerja organ jantung.

Sebuah asosiasi kesehatan di Amerika menyimpulkan bahwa mengonsumsi ikan salmon, ikan tuna, sarden, atau makarel, minimal 2 porsi dalam satu minggu dapat memberi manfaat yang sangat optimal dalam menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh. Ini artinya, ikan sudah tidak diragukan lagi menjadi salah satu makanan penurun kolesterol andalan bagi Anda.

6. Kuaci tawar

Siapa sangka kalau biji bunga matahari yang sering disebut kuaci ini ternyata merupakan salah satu makanan penurun kolesterol?

Kuaci mengandung zat tembaga yang baik bagi tubuh. Tubuh kita butuh zat tembaga, karena pola makan yang rendah asupan tembaga akan lebih rentan mengalami kenaikan kadar kolesterol jahat LDL, dan terbatasnya kolesterol baik yang terserap ke tubuh.

Maka, jika Anda hobi makan camilan kuaci biji labu maupun biji bunga matahari, terutama yang tawar tanpa tambahan garam, ini perlahan-lahan dapat menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh jika disertai pola makan yang sehat.

 

Source : https://hellosehat.com/hidup-sehat/nutrisi/makanan-penurun-kolesterol-tinggi/v

Tuesday, 08 January 2019 09:50

Masalah Gizi Remaja Indonesia

Masalah gizi di Indonesia memang belum sepenuhnya terselesaikan. Seperti yang kita ketahui Menteri Kesehatan RI selalu berupaya dalam meminimalisir masalah gizi yang terjadi di Indonesia yakni salah satunya dengan mengadakan kegiatan edukasi seperti seminar kesehatan dan gizi. Seminar kali ini mengangkat tema ''Edukasi dan Kampanye Kesehatan dan Gizi Remaja Menuju Generasi Tinggi, Cerdas dan Berprestasi''.
 

Berikut ini beberapa masalah kesehatan yang dialami dan dapat mengancam masa depan remaja Indonesia yang disampaikan oleh Plt. Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, dr. Pattiselano Robert Johan, MARS :

  1. Remaja Kurang Zat Besi (Anemia)

Salah satu masalah yang dihadapi remaja Indonesia adalah masalah gizi mikronutrien, yakni sekitar 12% remaja laki-laki dan 23% remaja perempuan mengalami anemia, yang sebagian besar diakibatkan kekurangan zat besi (anemia defisiensi besi).

Anemia di kalangan remaja perempuan lebih tinggi dibanding remaja laki-laki. Anemia pada remaja berdampak buruk terhadap penurunan imunitas, konsentrasi, prestasi belajar, kebugaran remaja dan produktifitas.

Selain itu, secara khusus anemia yang dialami remaja putri akan berdampak lebih serius, mengingat mereka adalah para calon ibu yang akan hamil dan melahirkan seorang bayi, sehingga memperbesar risiko kematian ibu melahirkan, bayi lahir prematur dan berat bayi lahir rendah (BBLR).

Anemia dapat dihindari dengan konsumsi makanan tinggi zat besi, asam folat, vitamin A, vitamin C dan zink, dan pemberian tablet tambah darah (TTD). Pemerintah memiliki program rutin terkait pendistribusian TTD bagi wanita usia subur (WUS), termasuk remaja dan ibu hamil.

  1. Remaja Harus Sadar Akan Tinggi Badan

Remaja Indonesia banyak yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki tinggi badan yang pendek atau disebut stunting. Rata-rata tinggi anak Indonesia lebih pendek dibandingkan dengan standar WHO, yaitu lebih pendek 12,5cm pada laki-laki dan lebih pendek 9,8cm pada perempuan.

Stunting ini dapat menimbulkan dampak jangka pendek, diantaranya penurunan fungsi kognitif, penurunan fungsi kekebalan tubuh, dan gangguan sistem metabolism tubuh yang pada akhirnya dapat menimbulkan risiko penyakit degeneratif, seperti diabetes mellitus, jantung koroner, hipertensi, dan obesitas.

Oleh karena itu, pencegahan dan penanganan stunting menjadi salah satu prioritas nasional guna mewujudkan cita-cita bersama yaitu menciptakan manusia Indonesia yang tinggi, sehat, cerdas, dan berkualitas.

  1. Remaja Kurus atau Kurang Energi Kronis (KEK)

Remaja yang kurus atau kurang energi kronis bisa disebabkan karena kurang asupan zat gizi, baik karena alasan ekonomi maupun alasan psikososial seperti misalnya penampilan.

Kondisi remaja KEK meningkatkan risiko berbagai penyakit infeksi dan gangguan hormonal yang berdampak buruk di kesehatan.

KEK sebenarnya dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

  1. Kegemukan atau Obesitas

Pola makan remaja yang tergambar dari data Global School Health Survey tahun 2015, antara lain: Tidak selalu sarapan (65,2%), sebagian besar remaja kurang mengonsumsi serat sayur buah (93,6%) dan sering mengkonsumsi makanan berpenyedap (75,7%). Selain itu, remaja juga cenderung menerapkan pola sedentary life, sehingga kurang melakukan aktifitas fisik (42,5%). Hal-hal ini meningkatkan risiko seseorang menjadi gemuk, overweight, bahkan obesitas.

Obesitas meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, penyakit kardiovaskuler, diabetes mellitus, kanker, osteoporosis dan lain-lain yang berimplikasi pada penurunan produktifitas dan usia harapan hidup.

Pada prinsipnya, sebenarnya obesitas remaja dapat dicegah dengan mengatur pola dan porsi makan dan minum, perbanyak konsumsi buah dan sayur, banyak melakukan aktivitas fisik, hindari stres dan cukup tidur.

Dalam paparannya, Menkes menegaskan bahwa seluruh masyarakat perlu memahami pentingnya gizi untuk kesehatan dalam setiap siklus kehidupan, karena gizi adalah investasi bangsa.

 

Source : http://www.depkes.go.id/article/view/18051600005/kenali-masalah-gizi-yang-ancam-remaja-indonesia.html

Friday, 22 June 2018 11:15

Penyebab Hipertensi

Siapa yang tak mengenal penyakit hipertensi? Hipertensi atau dikenal juga sebagai tekanan darah tinggi merupakan kondisi yang menunjukkan meningkatnya tekanan darah pada dinding arteri. Kita dapat mengetahui terjadinya hipertensi ini dengan mengenal gejala-gejalanya, serta dengan melakukan pengukuran tekanan darah.

Saat ini banyak orang yang menderita hipertensi. Sebuah penelitian kesehatan dasar yang dikenal dengan Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) mencatat lebih dari 25 persen penduduk Indonesia yang telah berusia di atas 18 tahun menderita hipertensi. Data penelitian juga menunjukkan bahwa hipertensi lebih banyak diderita oleh kaum hawa atau perempuan dibanding laki-laki. Tentu saja data ini baru sedikit gambaran dari kondisi riil di masyarakat, mengingat keterbatasan tenaga medis dalam menjangkau seluruh masyarakat Indonesia. Sehingga, kita perlu mengetahui secara gamblang mengenai salah satu penyakit mematikan ini.

 

Penyebab Hipertensi

Dari berbagai kasus yang muncul, saat ini belum dapat diketahui secara pasti penyebab hipertensi. Beberapa faktor berikut diduga dapat meningkatkan resiko kita mengalami hipertensi, yaitu:

  1. faktor usia

Usia seseorang turut mempengaruhi resiko menderita hipertensi. Biasanya resiko menderita penyakit ini cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Nah, jika usia anda saat ini semakin bertambah, sebaiknya lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan.

  1. faktor keturunan

Selain faktor usia, faktor keturunan atau faktor bawaan juga menjadi penyebab hipertensi. Faktor bawaan penyebab hipertensi berarti bahwa orang yang memiliki anggota keluarga pengidap hipertensi memiliki resiko yang tinggi mengalami hipertensi.

  1.  kebiasaan merokok

Kebiasaan merokok juga turut meningkatkan resiko hipertensi. Selain itu, kebiasaan merokok juga dapat menyempitkan dinding arteri.

  1. Obesitas

Penyebab hipertensi yang juga perlu kita perhatikan adalah obesitas atau kelebihan berat badan. Hal ini dikarenakan kadar oksigen maupun nutrisi yang dialirkan melalui darah sebanding dengan berat badan kita. Berat badan yang terlalu berlebih akan menuntut suplai oksigen dan nutrisi yang lebih banyak, sehingga volume darah dibutuhkan pun juga lebih banyak. Peningkatan volume darah ini menyebabkan meningkatnya tekanan darah.

  1.  Kurang olahraga

Kurangnya aktivitas berolahraga juga dapat meningkatkan risiko hipertensi. Orang yang enggan berolahraga biasanya akan memiliki detak jantung yang lebih cepat. Kerja jantung yang lebih berat ini turut meningkatkan tekanan darah.

Demikian 5 penyebab hipertensi yang perlu kita waspadai. Faktor bawaan penyebab hipertensi tampaknya menjadi penyebab yang lebih sulit kita antisipasi. Sehingga, perlu adanya kesadaran bersama di dalam keluarga dalam menanggulangi penyakit mematikan ini.

 

Source : http://www.sangpengajar.com/2017/02/waspadalah-inilah-5-penyebab-hipertensi.html

Diabetes adalah salah satu penyakit tidak menular yang sedang meningkat saat ini. Pola makan yang tidak sehat dan kurang gerak bisa menjadi salah satu penyebabnya.

Penyakit ini biasanya sulit dideteksi karena gejalanya biasa terjadi di kehidupan sehari-hari. Misal tiba-tiba seseorang mengalami penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan alasannya, kemudian ia didiagnosis diabetes.

Berikut beberapa tanda yang bisa jadi termasuk gejala dari diabetes mellitus.

  1. Lebih cepat haus

Rasa haus yang berlebihan atau disebut polidipsia merupakan tanda umum penyakit diabetes, baik tipe 1 maupun tipe 2. Saat tubuh kehilangan cairan karena buang air yang meningkat, secara otomatis tubuh akan mengalami dehidrasi.

"Jumlah air di tubuh Anda akan turun, dan Anda akan menjadi haus," kata dr David A. Finken, MD dari University of Nebraska Medical Center di Omaha, Amerika Serikat.

  1. Berat badan turun dengan cepat

Tanpa gula di dalam tubuh, sel yang kelaparan mulai mencari sumber energi alternatif. Tubuh akan memecah lemak dan otot untuk digunakan sebagai energi, hal ini lah yang menyebabkan penurunan berat badan yang cukup cepat.

"Insulin disebut hormon anabolik yang biasanya mempromosikan penyimpanan lemak dan pertumbuhan otot. Tanpa insulin, ada peningkatan lemak dan otot. Jumlah berat badan yang hilang bervariasi dari orang ke orang, bisa dari 10-30 kilogram," jelas seorang dokter di Joslin Diabetes Center di Boston, dr Kavita Seetharaman, MD.

  1. Mudah lelah

Sering merasa lelah seringkali dikaitkan dengan kurang tidur atau stres sehari-hari, namun ini bisa jadi adalah salah satu gejala diabetes.

Kelelahan itu mungkin berasal dari dehidrasi dan penurunan berat badan, atau karena kekurangan energi dari sel tubuh yang mengakibatkan tidak berfungsi secara normal.

  1. Urine berbau manis

Sejak dahulu, istilah 'urine manis' adalah salah satu tanda bahwa kadar gula darah tinggi. Ini dikarenakan adanya produksi keton yang berfungsi sebagai sumber energi alternatif bila sel tidak memiliki cukup gula untuk dibakar.

Jika keton terbentuk di dalam darah, darah bisa menjadi terlalu asam. Ini disebut ketoasidosis diabetes, dan bisa mengancam nyawa apabila tidak ditangani dengan cepat.

  1. Sakit perut

Sakit perut bisa dikaitkan dengan berbagai hal, tapi jarang orang mengaitkannya dengan gejala penyakit diabetes. Sakit perut adalah salah satu dari banyak tanda ketoasidosis diabetes, di mana keton dalam darah mencapai tingkat yang paling tinggi.

Biasanya ketoasidosis diabetes terjadi setelah didiagnosis penyakit diabetes.

  1. Pandangan mulai kabur

Tingkat glukosa yang tinggi dalam aliran darah dapat menyebabkan cairan di mata mulai bocor ke lensa. Hal ini bisa membuat lensa membengkak dan berubah bentuk, yang bisa menyebabkan penglihatan kabur.

Untungnya, ini bisa membaik setelah kadar gula darah terkendali. "Perlu waktu hingga enam minggu untuk pergi (pandangan yang kabur), penglihatan Anda menjadi normal," kata spesialis endokrinologi dari University of Miami Miller School of Medicine, dr Carlos Blaschke, MD.

 

Source : https://health.detik.com/berita-detikhealth/3716121/mengalami-tanda-tanda-ini-hati-hati-bisa-jadi-gejala-diabetes/2/#news

Friday, 22 June 2018 11:04

Bahaya Penyakit Malaria

Apa itu Malaria?

Malaria adalah infeksi yang sangat serius akibat dari gigitan nyamuk yang terinfeksi plasmodium. Gejala yang paling umum adalah suhu tinggi (demam) dan penyakit seperti flu. Gejala malaria dapat terjadi bahkan hingga setahun setelah bepergian ke daerah di mana malaria hadir.

Gejala malaria

• Suhu yang sangat tinggi (demam).

• Sakit kepala.

• Masalah pernapasan.

Gejala malaria biasanya terjadi antara satu sampai empat minggu setelah gigitan nyamuk awal. Namun, dalam beberapa kasus, tergantung pada jenis plasmodium yang terinfeksi, itu bisa memakan waktu hingga satu tahun sebelum gejala apa pun mulai muncul. Ini berarti bahwa Anda harus mencurigai penyakit demam pada siapa saja yang telah melakukan perjalanan ke daerah malaria dalam tahun sebelumnya, terutama dalam tiga bulan sebelumnya.

Malaria menyebar melalui parasit malaria, yang disebut Plasmodium, lalu masuk ke dalam aliran darah melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Parasit masuk ke sel-sel hati, lalu berkembang biak. Sewaktu sel hati pecah, parasit akan keluar & menyerang sel darah merah. Di situ, parasit terus berlipat ganda. Sewaktu sel darah merah pecah, parasit akan keluar dan menyerang lebih banyak sel darah merah lagi. Siklus itu akan terus berulang. Orang yang terjangkit biasanya mengalami gejala malaria setiap kali sel darah merah pecah.

Berikut beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk menghindari Malaria :

Jika Anda tinggal di daerah yang ada banyak malaria . . .

  • Gunakan kelambu atau kasa nyamuk.
  • Semprotkan pembasmi serangga di dalam dan di luar rumah
  • Mengoleskan obat anti nyamuk pada kulit
  • Jika memungkinkan, pasang kawat nyamuk pada pintu dan jendela, dan gunakan pendingin udara serta kipas sehingga nyamuk tidak bersarang.
  • Kenakan pakaian yang berwarna terang yang menutupi seluruh kulit.
  • Sebisa mungkin, hindari semak-semak tempat nyamuk berkumpul, dan genangan air tempat nyamuk berkembang biak. Jika Anda terjangkit, segera cari perawatan.

Jika Anda berencana mengunjungi daerah yang ada banyak malaria . . .

  • Carilah keterangan terbaru sebelum Anda pergi. Jenis parasit malaria berbeda-beda tergantung tempatnya dan ini bisa memengaruhi jenis obat apa yang paling manjur. Selain itu, bicaralah kepada dokter Anda tentang hal-hal yang perlu diwaspadai sehubungan dengan kesehatan pribadi Anda.
  • Selama Anda di daerah itu, ikuti pedoman di atas dalam artikel ini bagi mereka yang tinggal di daerah yang ada banyak malaria. Jika Anda terjangkit, segera cari perawatan.

Anda perlu tahu bahwa gejala bisa muncul antara satu sampai empat minggu setelah terjangkit. Apabila penyakit malaria tidak segera di rawat maka dapat menyebabkan anemia yang parah dan bisa mengancam kehidupan. Carilah segera perawatan medis sebelum penyakitnya semakin parah, terutama bagi anak-anak dan wanita hamil.

https://www.jw.org/id/publikasi/majalah/g201507/fakta-tentang-malaria/

 

Thursday, 15 March 2018 16:52

Asam Urat

Penyakit asam urat atau gout adalah kondisi yang dapat menyebabkan gejala nyeri yang tidak tertahankan, pembengkakan, dan rasa panas di persendian. Meski semua sendi di tubuh bisa terkena asam urat, namun yang paling sering terserang adalah sendi jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki.

Orang yang terkena serangan penyakit asam urat biasanya akan merasakan perkembangan gejala yang cepat dalam beberapa jam pertama. Rasa sakit bisa berlangsung selama 3-10 hari. Pembengkakan tidak hanya terjadi di sendi, namun juga di daerah sekitar sendi disertai warna kulit yang memerah. Pada tahap ini, penderita dapat tidak mampu bergerak secara leluasa.

Di Indonesia, orang sering salah kaprah menyamakan penyakit asam urat (gout/pirai) dengan rematik. Padahal rematik adalah istilah umum yang dipakai untuk menggambarkan rasa sakit pada persendian atau otot yang mengalami peradangan. Penyakit asam urat (gout/pirai) hanya salah satu penyebab nyeri pada persendian. Mengenali gejala dan tanda pada gout dapat membantu seseorang membedakan dengan nyeri sendi yang disebabkan oleh kondisi lain.

Banyak orang mengira apabila kadar asam urat di dalam darah tinggi (hiperurisemia), maka akan terkena gout. Hal ini tidak benar, karena hanya sekitar 1/3 penderita hiperurisemia yang mengalami gout.

Penyebab penyakit asam urat

Gejala nyeri dan pembengkakan pada penyakit asam urat disebabkan oleh tusukan kristal-kristal tajam di sekitar sendi yang terbentuk akibat penumpukan zat asam urat. Seseorang yang suka mengonsumsi makanan yang menyebabkan peningkatan asam urat  (contohnya jeroan, hidangan laut, daging merah) dan seseorang yang gemar mengonsumsi minuman beralkohol akan berisiko tinggi terkena penyakit asam urat. Selain itu, penyakit ini juga rawan dialami oleh orang-orang yang menderita obesitas, diabetes, hipertensi, atau penyakit ginjal kronik.

Menurut penelitian, seseorang yang memiliki keluarga penderita penyakit asam urat juga dapat terkena kondisi sama. Dengan kata lain, penyakit ini bersifat genetik juga.

Diagnosis penyakit asam urat

Temuilah dokter jika Anda merasakan gejala-gejala penyakit asam urat. Dalam melakukan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan atau tes untuk memastikan adanya kristal-kristal natrium urat pada persendian. Hal ini perlu dilakukan karena ada jenis penyakit lain yang bisa menyebabkan gejala menyerupai penyakit asam urat. Pemeriksaan kadar asam urat dalam darah juga biasanya dilakukan.

Sebelum melakukan tes, biasanya pertama-tama dokter akan bertanya mengenai:

  • Lokasi sendi yang terasa sakit.
  • Seberapa sering Anda mengalami gejala dan seberapa cepat gejala tersebut muncul.
  • Obat-obatan tertentu yang sedang Anda konsumsi.
  • Riwayat penyakit asam urat di keluarga Anda.

Penanganan penyakit asam urat

Penanganan penyakit asam urat memiliki dua sasaran utama, yaitu meringankan gejalanya dan mencegah serangan terulang kembali.

Untuk meringankan gejala penyakit asam urat, Anda bisa menempelkan kantong es pada bagian sendi yang terasa sakit. Anda juga bisa mengonsumsi obat pereda rasa sakit, misalnya colchicine, OAINS (obat anti-inflamasi nonsteroid), dan obat-obatan golongan steroid.

Sedangkan untuk mencegah kambuhnya serangan penyakit asam urat, Anda bisa mengonsumsi obat penurun kadar asam urat (misalnya allopurinol). Selain itu, Anda diharuskan untuk menjauhi makanan-makanan pemicu penyakit asam urat dan segera turunkan berat badan. Utamakan makanan rendah kalori untuk mendukung upaya mendapatkan berat badan ideal.

Kombinasi obat-obatan dari dokter serta perilaku hidup sehat umumnya terbukti ampuh dalam menurunkan kadar asam urat dan melarutkan kristal-kristal tajam yang telah terbentuk. Dengan kombinasi tersebut, maka diharapkan pasien penyakit asam urat tidak lagi mengalami kambuh.

Komplikasi penyakit asam urat

Meski penyakit asam urat jarang menimbulkan komplikasi, namun tetap patut kita waspadai. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi, di antaranya:

  • Munculnya benjolan keras (tofi) di sekitar area yang mengalami radang.
  • Kerusakan sendi permanen akibat radang yang terus berlangsung dan tofi di dalam sendi yang merusak tulang rawan dan tulang sendi itu sendiri. Kerusakan permanen ini biasanya terjadi pada kasus penyakit asam urat yang diabaikan selama bertahun-tahun.
  • Batu ginjal yang disebabkan oleh pengendapan asam urat yang bercampur dengan kalsium di dalam ginjal.

 

Source : http://www.alodokter.com/rematik-asam-urat

Wednesday, 24 January 2018 15:25

HIV/AIDS

HIV/AIDS memang sudah terdengar awam di kalangan masyarakat. Namun Tahukah kalian apa itu HIV/AIDS?? Apasih penyebab seseorang dapat terkena HIV/AIDS? Dan Bagaimana cara pencegahannya? Yuk kita pelajari bersama..

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah suatu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, yang dapat menyebabkan penyakit AIDS. Jadi singkatnya HIV itu virusnya. Sedangkan penyakitnya disebut AIDS. Penderita HIV memang belum bisa disembuhkan, tapi ada pengobatan yang bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan penyakit. Pengobatan ini juga akan membuat penderitanya hidup lebih lama, sehingga bisa menjalani hidup dengan normal.

Di Indonesia sendiri, infeksi HIV baru ditemukan pada tahun 1987. HIV tersebar di 368 dari 497 kabupaten/kota di seluruh provinsi. Pulau Bali adalah provinsi pertama tempat ditemukannya infeksi HIV/AIDS di Indonesia.

HIV merupakan jenis virus yang rapuh. Virus tersebut tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia. HIV bisa ditemukan di dalam cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Cairan yang dimaksud adalah cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah, dan ASI. HIV tidak bisa menyebar melalui keringat atau urine.

Di Indonesia faktor penyebab dan penyebaran virus HIV/AIDS terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu melalui hubungan seks yang tidak aman dan bergantian jarum suntik saat menggunakan narkotika.

 

Berikut ini adalah beberapa cara penyebaran HIV lainnya:

  • Penularan dari ibu kepada bayi pada masa kehamilan, ketika melahirkan atau menyusui.
  • Melalui seks oral.
  • Pemakaian alat bantu seks secara bersama-sama atau bergantian.
  • Melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi.
  • Memakai jarum, suntikan, dan perlengkapan menyuntik lain yang sudah terkontaminasi, misalnya spon dan kain pembersihnya.

Jika kalian merasa memiliki risiko terinfeksi virus HIV, satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan tes HIV yang disertai konseling. Segeralah mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk tes HIV. Dengan tes ini akan diketahui hasil diagnosis HIV pada tubuh Anda.

Lalu Bagaimana cara mencegahnya? Cara terbaik untuk mencegah HIV adalah dengan melakukan hubungan seks secara aman, dan tidak pernah berbagi jarum, dan peralatan menyuntik apa pun. Semua yang pernah berhubungan seks tanpa kondom dan berbagi jarum atau suntikan, lebih berisiko untuk terinfeksi HIV.

Anda tidak perlu menghindari orang yang telah terinfeksi HIV. Penularan HIV terjadi melalui cara-cara yang spesifik. Berinteraksi sosial dengan orang yang telah terinfeksi HIV tidak menyebabkan penularan HIV.

Ada baiknya kita menghindari penyakit ini dengan menjauhi apapun penyebabnya. Utama nya yakni kita hindari seks bebas dan narkoba. Sehingga kita bisa mencegah hal buruk yang dapat terjadi di diri kita nantinya.

 

Source :

http://www.alodokter.com/hiv-aids

Slogan 4 sehat 5 sempurna memang sudah terdengar familiar di kalangan masyarakat. Namun perlu kita tahu bahwa kementerian kesehatan telah mengkampanyekan slogan baru yakni 'Isi Piringku' sebagai pengganti slogan '4 Sehat 5 Sempurna' untuk pedoman konsumsi sehari-hari dalam memenuhi gizi seimbang.

Alasan kenapa slogan itu diganti yakni karna program 4 Sehat 5 Sempurna yang dulu dikampanyekan pemerintah ternyata dianggap tidak sesuai, karena pedoman makan yang diberikan malah bisa menjadi tidak sehat jika porsi dan gizinya tidak seimbang.

Sebagai contoh, seseorang yang menerapkan pola makan 4 Sehat 5 Sempurna dengan nasi, lauk, sayur, buah, dan susu, tidak akan mendapatkan manfaat kesehatan jika porsi di piringnya sebagian besar adalah nasi, sementara lauk dan sayurnya hanya sedikit.

Terlebih lagi, panduan ini seakan mengharuskan nasi sebagai makanan yang harus selalu ada dalam pola makan sehat, padahal ada banyak karbohidrat lain yang lebih sehat dari nasi. Begitupun dengan keberadaan susu di pedoman 4 Sehat 5 Sempurna yang belum tentu cocok dikonsumsi semua orang, terutama yang mengidap intoleransi laktosa.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengatakan dalam perkembangan ilmu gizi tidak cukup tepat untuk mengakomodasi perkembangan ilmu yang baru.  Isi Piringku menggambarkan porsi makan yang dikonsumsi dalam satu piring yang terdiri dari 50 persen buah dan sayur, dan 50 persen sisanya terdiri dari karbohidrat dan protein.

Kampanye tersebut juga menekankan untuk membatasi gula, garam, dan lemak dalam konsumsi sehari-hari. Paling banyak konsumsi gula seseorang ialah empat sendok makan per hari, garam satu sendok teh, dan lemak atau penggunaan minyak goreng maksimal lima sendok makan.

Dalam perkembangan ilmu gizi yang baru, pedoman '4 Sehat 5 Sempurna' berubah menjadi pedoman gizi seimbang yang terdiri dari 10 pesan tentang menjaga gizi. Dari 10 pesan tersebut, dikelompokkan lagi menjadi empat pesan pokok yakni pola makan gizi seimbang, minum air putih yang cukup, aktivitas fisik minimal 30 menit per hari, dan mengukur tinggi dan berat badan yang sesuai untuk mengetahui kondisi tubuh.

Selain diagram 'Isi Piringku' yang telah disebutkan, kampanye tersebut juga menekankan empat hal penting lainnya yaitu cuci tangan sebelum makan, aktivitas fisik yang cukup, minum air putih cukup, dan memantau tinggi badan dan berat badan. Aktivitas fisik yang cukup disesuaikan dengan kelompok usia yang berbeda-beda mulai dari balita hingga lansia.

Pedoman Gizi Seimbang tidak hanya memberikan panduan terkait makanan, tetapi juga kesehatan secara menyeluruh terutama yang bersifat preventif. Pentingnya preventif yakni untuk mencegah timbulnya gizi buruk atau maal nutrisi. Dengan adanya program baru ini diharapkan kita jadi jauh lebih peduli terhadap kesehatan kita dan keluarga kita. Jadi, apakah isi piringmu sudah memenuhi gizi seimbang?

 

Source:

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/17/10/31/oyootk368-isi-piringku-gantikan-slogan-4-sehat-5-sempurna

Thursday, 16 November 2017 13:47

Deteksi kadar alkohol dengan Alcoscan

Kini hadir alat kesehatan Alcoscan AL6000. Alat ini digunakan untuk mengukur kandungan alkohol dalam darah melalui hembusan nafas. Alat ini memudahkan pengguna dalam melakukan pengukuran karena bentuknya yang portable dan hasil pengukuran yang lebih akurat.

Selain itu Alcoscan hadir dengan type AL6000P dimana hasil pengukuran dapat di print secara langsung.

Page 1 of 3

Layanan Pelanggan

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi kami :

Tel : +62 21 4250665

Fax : +62 21 4250703

Email : medisindo@medisindo.co.id